Dream of Agony - Apologize

Dream of Agony - Apologize

Mei 20, 2019

Dari surat-surat pribadi 
Arima.

Sayang Anindya Putri,

Jika kau membaca surat ini, itu berarti aku telah meninggalkan dunia ini selamanya. Sebenarnya aku sudah membuat surat ini beberapa bulan yang lalu setelah pertemuan kita, tentang semua kebingunganmu selama ini dan aku ingin menjelaskan banyak hal kepadamu.

Berapa lama lagi aku bisa tinggal disini siang dan malam, sebelum aku diambil? 
Dulu aku membenci tempat ini karena tempat ini seperti penjara, tapi sejak kau ada disini, jiwamu seakan-akan terbayang di tembok-tembok kamar ini. Aku benar-benar belum siap untuk meninggalkan tempat ini.

Dalam tangan ku ada begitu banyak sebuah ingatan penting, saat-saat kita dipertemukan dan kemudian kita menjadi nyaman dan dapat bersama hingga sekarang ini lalu kemudian waktu memisahkan kita karena ada sebuah tuntunan antara kehidupan yang ingin kita wujudkan mengenai mimpi-mimpi tentang masa depan yang penuh misteri dan saat itulah kita mencoba untuk mewujudkannya melalui mimpi-mimpi tersebut.

Aku dapat mendengar kamu memanggil namaku ,
Aku dapat hampir melihat senyumanmu,
merasakan kelembutan dari pelukanmu, tetapi disini tidak ada apa-apa hanya keheningan sekarang mengitari satu orang yang aku cintai. Ini adalah perpisahan kita.

Aku sakit setelah kita menjalani hubungan long distance relationship. Setelah perpisahan sementara itu terjadi, aku menjadi tidak bersemangat untuk menjalani hidupku kembali, aku begitu kesepian setelah kau pergi dari hidupku, aku benar-benar kehilangan tujuan untuk menjalani hari-hariku. Aku ingin mencarimu tapi juga aku tak Ingin mengganggu kehidupanmu disana yang begitu sibuknya.

Aku berniat ingin meninggalkan Indonesia untuk mengurangi rasa kesepian ku dan mencoba melupakan apa yang terjadi di antara kita semua, bayanganmu di tempat kita pernah bersama di kota ini dan semua kenangan terindah yang banyak terjadi disini. Tetapi karena beberapa hal aku mencoba melamar pekerjaan di kota ini dengan ijazah kuliah yang setahun lalu aku perjuangkan untuk mendapatkannya dan akhirnya aku diterima sebagai karyawan swasta disalah satu perusahaan yang lumayan hebat dan aku mencoba menyibukkan diriku disana. Namun dengan segala kesibukan itu semua percuma aku tak pernah bisa berhenti memikirkanmu dan bayangan akan tentangmu masih ada menghantuiku di kepala ini.

Aku mempertimbangkan kembali untuk menemuimu selama beberapa bulan belakangan. Dan seperti yang kau tahu, kita tiba-tiba bertemu lagi. Aku mengubah pikiranku, dan mencoba untuk hidup lebih lama untukmu. Kau memberi aku harapan. Namun kemudian datanglah topik itu, topik pernikahan. Itu membuatku berpikir keras. Aku tidak bisa menikah denganmu sementara aku sakit-sakitan dan aku tidak tahu apakah sakit ini bisa tersembuhkan. Ada banyak cobaan dan tekanan dalam kehidupan pernikahan, dan aku takut suatu saat nanti sakit ini betambah parah atau mungkin aku akan benar-benar pergi dari dunia. Dan kemudian aku menyadari bahwa aku hidup dalam waktu yang dipinjam atau tidak untuk waktu yang lama....

Kau mengatakan ingin mencoba membuatku lebih baik dan penyakitmu pasti bisa disembuhkan, aku menghargai pemikiran itu. Tetapi  tidak semudah itu. Aku tidak bisa menjelaskan, kau tidak akan mengerti. . bahwa aku tidak ingin saat kita menikah nanti kau tidak menemukan kebahagianmu yang hanya merawatku terkujur lemah tak berdaya, apa aku bisa senang melihat kau seperti itu? aku tak Ingin kau melakukannya, aku ingin kau bahagia meski bersama orang lain.

Sayang, kamu jangan khawatir berlebihan, melihat kesedihan dalam matamu, kamu tidak sendiri dalam kehidupan ini setelah aku pergi dari dunia ini, masih banyak yang akan menyayangimu, tetaplah menjadi kuat dalam hidup ini karena masih banyak hal yang indah jika kau menjalaninya dengan perasaan bahagia. 

Tidak pernah menduga Itu hari akan segera tiba, kita tidak mempunyai waktu untuk mengucapkan selamat tinggal. Bagaimana dapat dunia  membawaku pergi dari sini, jadi maafkan aku.

Aku melihatmu pada malam itu, setelah perjalananku untuk bertemu denganmu kau tidur dengan damai disisiku. Andai ini bisa berlangsung selamanya kita mungkin bisa memiliki akhir yang bahagia namun waktu, waktu, waktu yang tersisa padaku semakin sedikit, maafkan aku sayang pergi menemui mu dengan segala penyakit ini namun inilah mengapa aku ingin bertemu setelah kita tidak sempat untuk bertemu di beberapa bulan terakhir ini. keinginanku terakhir yaitu hanya ingin melihatmu, melihatmu tersenyum, mendengar kau memanggil namaku.

Aku telah menjelaskan semuanya di atas, dan itulah yang sebenarnya terjadi. Aku tidak ingin kau merasakan penyesalan setelah kita menikah. Aku tidak berharap kau mengerti, tetapi ini adalah caraku untuk mencintaimu. Cintaku padamu akan selalu nyata, bahkan dalam kematian. Apakah kau masih ingat apa yang aku katakan saat itu? aku tidak percaya ungkapan 'sampai' maut memisahkan kita '. Tidak ada yang bisa membedakan kita. Aku mungkin mati secara fisik, tetapi aku yakin  akan selalu hidup sebagai pecahan dalam ingatan mu. Ingat aku, karena aku akan benar-benar mati jika kau lupa ... karena pada akhirnya semua yang kau miliki adalah kenangan aku dan kau.

Aku tidak ingin kau berduka untukku . Yah, itu tidak mungkin tapi ... tolong, aku ingin kau tahu bahwa aku senang pergi. Aku tidak menyesali, satu-satunya penyesalan yang aku miliki adalah bahwa aku akan membuatmu sedih. Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya ... Aku harap kita bisa bertemu lagi dalam situasi yang berbeda. Terima kasih telah menerima aku apa adanya. Orang mati hanya berharap bahwa orang yang hidup akan bahagia. Dengan ini aku mengakhiri semua kegilaan yang terjadi dalam hidupmu. Tolong jalani hidup bahagia. Untuk mu, Farewell Anindya Putri, mawar tercantik di dunia. Aku sangat beruntung  pernah memiliki mu  :D Ini adalah sesuatu yang sangat mencerminkan perasaan terakhirku untukmu. Semoga kita dapat di pertemukan lagi di surga nanti dan mencoba mencari kebahagian cinta kita dan semoga dapat bersama nantinya.

Komentar

Postingan Populer