Dream of Agony - Midnight in the Heaton Park

Dream of Agony - Midnight in the Heaton Park

Agustus 03, 2019

Menunggu, aku sedang menunggu. tik... tok... tik... tok.
Jam weker di meja samping ranjangku menghitung berlalunya menit-menit, dengung logamnya menggodaku untuk kembali memejamkan mata. Aku sudah terbiasa malam demi malam terbangun dari mimpi buruk. Aku terbaring di ranjang yang sempat ini menatap ke langit-langit atap sampai mata terasa berat untuk terjaga lebih lama lagi dan malam ini dia mungkin sedang menungguku, mungkin keajaiban akan terjadi.

Aku menyelinap keluar dari kamar, membuka pintu dan menyusuri jalanan yang senyap aku terjerumus ke dalam kegelapan terasing di kota ini. sesaat tikaman rasa panik menyerangku, aku selalu dengan bodohnya takut pada kegelapan, ketakutan terjebak dalam suatu tempat tak bercahaya yang sempit dan dibiarkan tercekik tapi meskipun  takut aku juga penasaran berada dalam kegelapan karena itu seperti hidupku, ketika memasuki kegelapan itu aku merasa seakan-akan akan ada sesuatu yang akan datang padaku, apakah itu kebahagian atau kesedihan dan itu membuat aku penasaran untuk masuk ke dalamnya. Dan itu tergantung apa yang akan Tuhan berikan kepada kita Iya takdir kita, kegelapan adalah sesuatu yang samar-samar jadi dengan masuk kedalamnya kita akan tahu apa yang akan terjadi kepada kehidupan kita selanjutnya.

Aku pegang sebuah senter kecil yang sudah kusembunyikan di sakuku dan menyalakannya terasa lebih baik, bernafaslah jangan lupa untuk bernafas menembus semua kegelapan ini. Dengan mengenggam senter aku menuruni jalan setapak dari apartemen ini menuju tempat yang aku sukai yaitu taman kota Manchester yaitu yang terkenal dengan namanya Heaton Park. Aku tidak akan membiarkan ketakutan kekanak-kanakan menghentikanku sekarang.

Heaton Park merupakan saingan dari Hyde Park di London. Taman yang berlokasi di Higher Blackley, Manchester ini memiliki luas 242 hektar dan pertama kali dibangun pada tahun 1902. Oleh karenanya,  tak perlu heran dengan nuansa Neo Classic Heaton Hall yang amat kental dan berasal dari trend arsitektur abad ke 18, yang membawa kita ke zaman dulu.

Heaton Park sendiri dibagi menjadi beberapa bagian seperti playground, ornamental gardens, woodlands area, danau, walled garden, animal center, farm center, lapangan tenis, hingga padang golf! benar-benar luas disini? dan aku sangat menikmati nya berada disini. Jalan-jalan yang indah di taman, danau berperahu yang bagus, pemandangan kota yang indah.

Jalan berbatu di halaman taman kota Manchester ini terlihat terang oleh embun beku, langit tampak tinggi dan jernih serta indah. Sebuah awan tipis melintasi bulan seperti sebuah jejak kabut keperakan. Aku berhenti sejenak sambil menikmati alam sekitar  mengagumi setiap keindahan di tempat itu dan betapa misteriusnya semua ini untuk di pikirkan. Bukan hanya jalan setapak asing yang pernah aku lalui disini tapi juga kenangan ketika aku pernah berada disini sambil merindukanmu disana di kota itu, di temani bintang-bintang di atas kepala, bumi dibawah kakiku, orang-orang, persahabatan dan cinta. Mereka semua adalah misteri penuh kekuatan dan bahaya, terutama yang paling misteri adalah cinta.

Aku harus bergegas, 
Aku melintasi pekarangan, lalu berlari kecil menuruni jalan setapak beku dan melintasi padang rumput yang tertutup salju. Beberapa menit kemudian aku mencapai tepi danau yang luas airnya sebiru langit, di samping danau bunga-bunga malam mulai bermekaran untuk menyambut datang nya pagi. Aku berhenti di depan danau, tiba-tiba kakiku gemetar, jantungku berdegup liar.

Realita menghantam keras, dia tak mungkin bisa tersembuhkan lagi dan juga tak akan pernah ada di dunia ini, dia tak akan menungguku disini, tak akan ada namanya kehidupan baru yang cepat, tak ada namanya akhir bahagia yang mudah bak dongeng, novel-novel dan film-film yang selalu berakhir dengan akhir yang bahagia. Jika keajaiban itu memang mustahil, aku akan berusaha untuk merelakannya benar-benar pergi dari dunia ini. Aku tinggalkan danau lalu berlari melewati tanah yang beku terus berjalan dan terus menuju kegelapan sebelum pagi datang.

saat ini, beberapa km dari apartemen aku tinggal ternyata cukup jauh aku berjalan sampai kesini, tak terasa pagi telah datang matahari mulai muncul dan menyinari sekitar danau ini dan aku memutuskan untuk kembali ke apartment sebelum Nayya mencariku. Aku harus bergegas pulang tapi kenapa kaki ini enggan untuk melangkah pulang, terasa berat untuk digerakkan, apakah aku masih menunggu nya sesuatu yang tak akan pernah ada lagi di dunia ini, aku akan berusaha untuk kuat dan merelakan nya kembali disisi Tuhan.

Beri waktu aku Tuhan untuk mengikhlaskan apa yang telah Engkau ambil dariku, untuk mengerti bahwa keajaiban itu tak akan pernah bisa kembali lagi ke dunia ini. Bagaimana mungkin aku bukan Nabi yang bisa seenaknya meminta sesuatu yang mustahil sedangkan aku disini berlumuran dosa, dosa kecil dan dosa besar yang pernah aku lakukan. Aku takut kebencian mengikis kebaikan yang ada di hatiku.

Saat aku berjalan kembali pulang ternyata Nayya sudah ada disini, menunggu di dekat danau dengan nampak khawatir dengan tingkah yang aku lakukan disini, terlihat dari tatapan matanya yang begitu sedih melihatku dan aku mencoba untuk melangkahkan kakiku untuk menemuinya.

"Jadi dari mana kau akan memulai nya?" tanya Nayya nampak khawatir. 
"Aku sudah mencoba untuk memahami keadaanku sekarang dan aku berusaha untuk bangkit dari kenangan masa lalu." kataku bersemangat "Aku belum tahu seluruh jawabannya, tapi aku sudah menghabiskan waktu dan malam-malam di waktu liburan untuk mencoba hal-hal yang baru membahagiakan, ditepi danau aku berjalan seorang diri menikmati suara-suara indah alam atau diatas tebing melihat indahnya dunia ini. Aku berusaha bangkit menjadi lebih baik setiap harinya.

"Itu luar biasa, Anin. " kata Nayya. kami saling menatap dan menyeringai gembira masih sepenuhnya terpesona dengan semangat yang mulai muncul kembali dengan harapan dan mimpi baru sekarang. 

"Bagaimana denganmu?"  tanyaku kepadanya. "Apakah kamu sudah melakukan sesuatu yang baru?"  Tahun lalu aku juga melihat Nayya bersedih karena sesuatu yang hilang dari harapan nya, dan aku nampak khawatir.

" Ya aku rasa begitu". jawabnya malu-malu. " Yah baguslah mari kita saling menguatkan untuk kehidupan yang akan menanti kita kedepannya." kami saling memberi semangat dan menguatkan untuk kehidupan yang masih samar-samar di depan sana yang penuh dengan sebuah kemesteriusan dan penuh dengan tanda tanya dalam dunia ini.

Komentar

Postingan Populer