Dream of Agony - Paranoia

Dream of Agony - Paranoia

Juli 20, 2019

Dari surat-surat pribadi 
Arima.

Sayang Anindya Putri,

Di utara yang jauh dan liar aku melihat dan menunggu, gadis yang selama ini aku tunggu dengan gelisah kehadirannya, oh angin sampaikan salamku kepadanya dan hanya untuk nya, kumohon temukanlah aku lagi dengannya dan bawalah dia kembali kepadaku.

Di utara yang jauh dan liar tempat air pasang mulai menaik tinggi hatiku yang telah patah karena gadis yang bermata coklat sungguh sangat indah bagai permata. oh sayang berapa lama lagi aku harus menunggu kehadiranmu disini di tempat kita pernah bersama.

Mereka menyebutku gila, dulu lebih dari musim dingin yang lalu di kehidupan yang lainnya, kenyataan lainnya seberapa gila aku berusaha menunggu sesuatu yang tak pasti disini dengan harapan dari impian masa lalu yang pernah ada.

Aku pernah berniat untuk menemuimu ke Manchester, bersemangat saat hari keberangkatan itu tiba tapi semua rencana itu gagal aku laksanakan karena aku tidak ingin mengganggu kamu disana dan aku terobsesi kegelapan akan masa lalu yang pernah mempertemukan kita, aku kembali kesana mengenang pertemuan kita dulu disini dan apakah kau tahu apa yang aku rasakan, semua kenangan seakan-akan kembali dan aku tidak bisa menghentikan air mata yang keluar begitu saja, semua kenangan yang mulai kembali keingatanku yang sekarang dan hadir kembali membawa sepuncak emosi kegelapan yang kembali mengelilingiku.

Anindya Putri, yang paling aku cintai, 
betapa jelasnya aku dapat mengingat setiap detail dari kehidupan masa lalu, ibuku menangis dan ayahku dingin dan marah, segala yang terjadi selalu nampak jelas dan nyata seperti sebuah bentuk gambar dalam ingatan, akan tetapi hal-hal yang terjadi dan baru-baru ini tampaknya akan menghilang dari pikiranku yang bermasalah. Dan kata dokter pribadiku yang membuat aku marah dia mengatakan "ingatanmu akan menghilang jika selalu di hantui oleh kenangan masa lalu yang tak dapat kau ikhlaskan."

Hilang, memudar dan penuh kebingungan seperti matahari yang terbenam segalanya menghilang tetapi harus ingat bahwa aku harus bangkit dan melawan apa yang datang pada hidupku. Segalanya menghilang, aku harus ingat, aku harus bangkit untuk melawan. Aku harus menunggu atau bahkan menemukanmu.

Akan tetapi yang dapat aku lakukan selain itu, yang terbaik, aku bersembunyi disini, layaknya hewan terluka yang menunggu akhir dari hidupku. Yang dapat kuharapkan disini tak lain adalah kematian, memikirkan dirimu dengan semangat terakhirku yang masih sanggup bertahan, hingga batas waktu yang menentukan.

Tidak, bukan begitu adanya, nasibku adalah untuk tidak mengenal kematian sampai aku bisa bertemu denganmu lagi dan lagi. semangat untuk terus hidup dan bisa bertemu denganmu membuat aku bertahan dari penyakit yang selalu menggorogoti aku setiap saat, namun aku harus kuat menahan semuanya karena akan ada akhir yang bahagia nanti nya. Tak Ingin berakhir untuk kesakitan dan kegelapan-kegelapan yang semakin menggorogotiku. Semua akan indah begitulah yang digariskan oleh Tuhan.

Untuk Inilah aku bekerja begitu keras? Untuk inikah menjalani hubungan jarak jauh? bahkan aku saat ini merasakan malaikat maut menanti dan menunggu untuk mencabut nyawa ini.

Sayang, aku sangat takut. Aku yang pernah berpikir bahwa aku ditakdirkan untuk mengetahui dan menaklukan segalanya! aku memimpikan kehidupan kita dimasa mendatang 
berdua kita menjalani kehidupan yang bahagia sampai maut memisahkan.

Aku memiliki ketakutan yang paling besar diantara semuanya bahwa kau tidak ada lagi disini menemaniku, mungkin sama seperti kesakitan yang aku rasakan yang berakibat fatal bagi kehidupan yang tidak akan lama dan kau hanyalah mimpi gila yang lain, impian yang apakah bisa terlaksana atau tidak. 
Seorang gadis impian. 
Sebuah kehidupan impian. 
Sebuah cinta impian.

Dalam mimpiku kita saling menatap satu sama lain, saat itu gelap dan dingin seperti kita pertama kali bertemu namun hatiku hangat dan terang sejak aku jatuh cinta denganmu. Aku melihatmu berdiri di kegelapan malam, hanyut dalam pikiranku, kepalamu menunduk. Lalu aku mendekat di belakangmu dan melingkarkan lengan kepadamu, mencium lehermu dan menghirup wangi rambut indahmu.

oh sayang jika kau bukan sekedar sebuah mimpi,  maka datanglah padaku secepat burung yang kembali pulang. Aku mencintaimu, gadis dari kegelapan. kembalilah dan kembali seperti sejak kita dipertemukan. 

Komentar

Postingan Populer