Beauty Darkness - Fear From the Lost Paradise
Beauty Darkness - Fear From the Lost Paradise
Maret 23, 2019
Hari-hari melesat dalam mimpi dan malam-malam terasa samar tidak terasa waktu telah lama berlalu dan aku akan sebentar lagi pergi ke tempat dimana aku tak akan kembali, bahkan ke tanah kegelapan dan bayangan kematian. Dimana aku akan bertemu lagi dengan roh orang-orang yang juga tak pernah kembali lagi ke dunia ini. bersama mereka menunggu hari akhir dari dunia fana ini yaitu tempat antara gelap dan terang tergantung apa yang kau kerjakan di dunia baik dan buruk.
Tuhan...
bebaskan pikiranku membuatku lupa tentang hari-hari gelapku sebelum aku bertemu dengan nya dan tunjukkan sebuah jalan terbaik untuk hidup ini.
Tuhan...
sembuhkan ketakutanku.. kematian akan selalu datang tapi ingatan orang tentangku akan bertahan selamanya di hati dan pikiran mereka. Jadi kuatkan aku untuk menerima semua cobaan darimu Tuhan.
Kucoba untuk melepaskan diri keluar dari lamunanku, memberitahu diriku bahwa aku hanya sedang lelah tapi aku tak dapat bersantai saja bagaimanapun kematian akan selalu datang menghantuiku dimanapun aku berada, seolah sesuatu sedang terjadi, seolah malaikat maut sedang memperhatikanku dan aku takkan pernah bisa lari darinya.
" Apa kau baik-baik saja sayang? tanya Anin. " kau begitu pendiam sepanjang hari ini, dan kau terlihat begitu pucat.
" Tidak apa-apa sungguh." aku berupaya keras untuk bersikap positif. Tak ada apa pun yang terjadi, " maaf sayang aku hanya terlalu lelah, itu saja, maafkan aku tak pernah bisa mengatakan itu semua".
Sore ini begitu suram, saat aku menunggu matahari tenggelam mendengarkan angin menderu! itu saja, sudah membuatku merinding sepanjang sore ini. Aku berjalan kembali ke rumah. Angin mencabik-cabik di sekitar tempat ini. Angin itu seolah-olah mendorongku kesana-kemari seolah-olah aku tidak lebih berat dari selembar daun mati, tanpa kehendak yang tersisa dari diriku.
Aku telah menemukanmu, sayang! aku mencoba begitu keras untuk bertahan dalam hidup ini setelah kehadiran dirimu telah membuatku bertambah kuat, kupikir aku akan bisa hidup lama dengan adanya dirimu. Aku percaya jika saja aku bersamamu, aku akan sembuh. Jadi aku akan menguatkan tekadku untuk mencoba hidup lebih lama berada di dunia ini. Selama satu jam yang singkat kurasakan angin di wajahku, aku memperhatikan matahari tenggelam di langit musim dingin dan bintang-bintang yang pertama
berkerlap-kerlip diatas kepalaku. Kuhirup udara yang lembab dan dingin malam yang menembus kulitku. Kupejamkan mataku dan merosot ketanah, kelelahan karena perjalananku, tak melihat apapun, tak mendengarkan apapun, hanya memikirkanmu.
Apakah sudah terlambat bagiku untuk menyelamatkan diriku? Tak ada satu pun perbuatan baik yang perlu diingat dariku saat aku pergi nanti? Apakah aku takkan pernah tersembuhkan?
mungkin sudah terlambat.
mungkin itulah kenyataanku sekarang.
Aku sungguh minta maaf, sayang. maafkan aku. Aku minta maaf untuk segalanya... kecuali untuk mencintaimu. Jadi biarkan aku pergi jika sudah saatnya menghilang kedalam cahaya.
Tuhan...
berikan aku kekuatan untuk bertarung di dunia mengerikan ini, biarkan mataku melihat setiap keindahan disini bersama nya sebelum aku benar-benar pergi dari dunia ini dan juga terima kasih untuk semua yang kau berikan.
Dan juga sayang! jangan khawatir untuk semua nya tentang keadaan ini, melihat kesedihan dalam matamu, kau tidak sendirian dalam ini kehidupan. Jika aku benar-benar pergi carilah seseorang yang menggantikan tempat ku untuk berada di sampingmu. Karena hari tentang kepergian itu pasti akan tiba namun aku tak tahu kapan itu dan aku tidak mempunyai waktu untuk mengatakan selamat tinggal kecuali hanya dengan kata-kata ini. bagaimana dapat semua yang pernah kita impikan berakhir dengan sekejap. Aku merasa jadi kehilangan kapan kamu tidak disisiku lagi.
Semua nya akan bisa di ikhlaskan jika kita mengikuti takdir dari Nya Tuhan semester alam sebagai dalang terbaik dari hidup kita.
Komentar
Posting Komentar