Happy Ending - The Way From the Pain
Happy Ending - The Way From the Pain
Oktober 26, 2019
Ribuan hari telah aku lalui, jutaan mimpi telah aku buat, berpuluh-puluh meter kita terpisahkan oleh jarak yang membuat kita hanya bisa saling mendoakan di tempat masing-masing, namun semua masih nampak sama tidak ada kemajuan apapun dalam hubungan ini. Apakah kita harus mengakhiri atau kita harus tetap berjuang menjalani hubungan yang menyedihkan.
Awalnya kita dipertemukan dengan perjumpaan yang tidak sengaja di kampus itu Iya di kampus, kita hanya saling menatap satu sama lain tanpa bicara hanya sekedar menikmati suasana yang berubah begitu menyenangkan. Aku begitu ingin memandangmu lebih lama saat itu namun karena kau tergesa-tergesa kau bergegas pergi dan menuju kelasmu.
Setelah pertemuan pertama itu aku menyadari apakah kita masih bisa dipertemukan, berhari-hari aku menunggu di tempat pertama kita dipertemukan namun kau tak pernah ada lagi berjalan disini, aku merasa berputus asa sampai kau berjalan dari kejauhan dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahmu. Kau begitu memesona saat itu membuatku tak pernah bisa berhenti menatap wajahmu.
Sejak saat itu aku begitu merindukanmu hingga rasa dihati ini tumbuh begitu saja dan aku ternyata sedang mencintaimu, apakah rasa ini akan bertahan lama seperti aku yang mudah bosan namun nyatanya itu benar-benar lama berminggu-minggu aku ingin mencoba untuk melupakanmu nyatanya kau semakin melekat di hatiku dan ingatanku. aku berdo'a kepada Tuhan semoga ini akan menjadi perjalanan terakhir dari kisah cintaku sampai aku mati nanti.
Sanggupkah aku memulai perjalanan cinta ini saat hati ini hancur berkeping-keping setelah cinta yang lama terpisahkan oleh waktu, memulai dengan seseorang yang baru lagi merangkai hati yang telah hancur untuk membetulkan kembali menjadi seperti semula nyatanya tidak, setiap yang hancur tidak akan pernah bisa seperti dulu lagi meski dengan seseorang yang baru namun setidaknya kita berusaha untuk memulai sesuatu yang baru karena hidup akan terus berjalan.
Aku tidak ingin membuang waktuku tanpa kejelasan, jika Tuhan mau begini aku akan menjalaninya dengan siap dengan seseorang yang bisa membuka hatiku kembali setelah beberapa waktu hancur berkeping-keping.
Pada akhirnya hangat pun mulai menghilang tak mampu aku pertahankan, jarak membuat semua nya menjadi sirna tanpa ada penguatan yang membuat cinta itu tumbuh semakin dalam hingga akhirnya hati itu layu. apakah aku sanggup bertahan dalam ini simpul kehidupan menjalin hubungan ini hanya dengan do'a tanpa ada usaha yang berarti.
Aku tidak berani lagi untuk membuat rencana indah karena terlalu sakit rasa nya kalau harus gagal di akhirnya. Untuk sekarang aku hanya bisa membiarkan ini semua mengalir begitu saja, dan ketika waktu yang tepat aku akan mengambil keputusan apakah aku harus bertahan dengan nya atau aku harus melepaskan. setelah beberapa aku membuat rencana indah namun nyatanya Tuhan merusak semua itu karena mungkin Tuhan berkehandak yang lain bagiku dan akan memberikan yang terbaik untuk hamba nya akan sesuatu yang pantas aku miliki.
Aku benar-benar takut di setiap doaku dan di setiap airmataku kau di ambil oleh orang lain yang selalu ada di sampingmu dan kau jatuh cinta dengan nya. Aku berdoa kepada Tuhan aku tidak akan mundur dan akan tetap mencintaimu, aku ingin habiskan nafas ini berdua denganmu satukan hatiku dengan hatinya sampai akhir agar perjalanan panjang ini berarti. Ya Allah takdirkan lah diriku untuk nya sampai akhir.
Komentar
Posting Komentar