Pursuit of Happiness - Different Kind of Lonely

Pursuit of Happiness - Different Kind of Lonely

September 05, 2020

Waktu berlalu begitu cepat  bahkan aku masih belum percaya dengan apa yang menimpa hidupku, berpuluh-puluh badai telah aku lewati. Selama itu pula aku sibuk untuk menyembuhkan hatiku dari waktu yang menusuk tajam dadaku yang membuat aku semakin susah untuk bernafas di dunia ini. Waktu sungguh kejam merenggut orang-orang yang aku cintai tanpa mengenal apapun, waktu menembus apapun yang ingin dia ambil.

Aku telah berjalan ribuan kilometer jauhnya walau kerap disapu debu halus jalanan dan melihat orang-orang dengan pasangannya masing-masing itu sangat menyakitkan bagiku. Aku merasa seperti memungut serpihan kaca yang berjatuhan dan itu melukai hatiku bukan tanganku. Berkali-kali aku berusaha untuk membuka hatiku kembali dan menyembuhkan hati meski itu tidak seperti dulu lagi, tak akan pernah sama karena hatiku penuh lubang dan tak akan pernah tersembuhkan.

Setiap aku mencoba lagi untuk jatuh cinta namun pikiranku kembali membayangkan apa yang menimpamu sejak dulu di hari-hari yang menyedihkan setelah kepergianmu dan seketika itu juga aku kembali ketakutan dengan kenangan masa lalu, takut kembali seperti dulu lagi. 
Takut kejadian yang sama akan terulang kembali, takut menyakiti hati lagi, 
Takut hatiku tidak bisa lagi di sembuhkan jika aku mengalami hal yang sama. Ketakutan ini benar-benar menggelisahkan diriku.

Malam ini aku sengaja kembali mengingat tentangmu, tentang bagaimana kita pernah duduk berdua disuatu malam, melihat langit, melihat bintang yang indah di atas sana dan membicarakan mimpi yang ingin kita bangun bersama selamanya. Rasanya itu luar biasa. Ketika kita bisa menikmati momen berdua, menghabiskan waktu bersama.

Apakah kau tahu kenapa alam semesta begitu besar? Tampaknya, kita semua punya tempat masing-masing di alam semesta ini. Kita tidak bisa hidup di dunia ini selamanya. Jadi begitu jika waktu kita habis di dunia ini itulah tujuan kita selanjutnya. Mari kita berjumpa di alam selanjutnya. Menebus waktu kita di dunia ini yang hanya bisa sebentar. Menikmati waktu yang terbuang percuma bersama dengan harapan yang telah pergi.

Aku kembali merindukanmu d malam ini, merindukan semua tentangmu, dan aku benar-benar tidak tahu jika aku jatuh cinta dengan orang lain apakah aku bisa mencintai dia sebesar aku pernah mencintaimu. Aku menginginkan kehadiranmu disini walau sebentar saja. Dan hari dimana aku berpikir dan bahkan berharap agar kita bisa bertemu lagi di surga nanti, melepaskan semua rasa rindu yang tertahan bersama. 
Apakah kau di surga sana bisa merindukan aku? 
Apakah kau juga bisa memikirkan aku? 
Entahlah aku benar-benar tidak tahu karena aku belum pernah kesana.

Kalau aku bisa melewatkan sehari saja dengan mengistirahatkan hatiku, melupakan mu dan bernafas dengan lebih mudah. Selama sisa hidupku hanya akan ada dirimu, aku rasa tidak ada hal yang lain bisa aku lakukan selain mencintaimu. Karena luka yang menyebar jadi aku tidak bisa pergi untuk melupakanmu.

Bagaimana kita bisa terpisah, saat roda takdir tak pernah benar-benar membiarkan kita bersatu, apakah ini yang dinamakan kerinduan yang mendalam. Apakah kita harus hidup dengan dilukai oleh kesepian? Kesepian yang semakin membunuh diri sendiri. Kesepian yang membuat kau semakin membenci semua hal tentang dunia ini dan rasanya ingin cepat pergi-pergi meninggalkan dunia ini selamanya bersamamu yang telah pergi mendahuluiku.

Setidaknya jika cerita ini berakhir bukan denganmu kurasa rencana Tuhan jauh lebih baik dari apa yang aku rencanakan. Setidaknya dalam dua tahun kita pernah bersama itu merupakan tahun-tahun yang membahagiakan untukku dari tahun-tahun yang lain dan tahun-tahun berikutnya nya yang begitu menyedihkan.

Aku masih mencintaimu, apakah kau masih merindukanku meski kau telah ada disana? sehingga aku hampir mati rasanya. Apakah itu mungkin bagimu untuk datang kepadaku meski hanya di dalam mimpi. Aku tidak mempunyai kekuatan untuk mengalahkan penderitaan ini. Tolong datanglah kepadaku, sekali saja kedalam mimpiku. Aku ingin sekali melihatmu sekali lagi, sebelum juga aku akan benar-benar pergi menyusulmu disana.

Kenapa kita hanya dipertemukan dua tahun yang lalu dan itu rasanya sangat singkat jika dengan ke bersamaan kita selama ini dan mengapa kita harus dipertemukan itu mungkin juga rencana Tuhan. Tuhan menghadirkan dirimu untukku, kita saat itu sama-sama dalam keadaan terluka oleh luka masa lalu, sehingga dengan perasaan itu kita mengerti bagaimana rasanya tersakiti. Tersakiti oleh-oleh orang-orang yang senang bermain perasaan. Dan Tuhan mempertemukan dua anak manusia yang saling terluka untuk memadu kisah percintaan mereka. Namun itu tidak lama hanya berangsur dua tahun Tuhan mengizinkan kita bersama dan setelah itu kau diambil oleh-Nya, meninggalkan aku terluka seorang diri.

Aku masih mengingat semua tentangmu sayang, 
Aku masih mengingat bagaimana kamu memanggil namaku! 
Aku masih mengingat wangi parfummu. 
Aku masih mengingat bagaimana manis nya kamu tersenyum ketika bersamaku. 
Aku masih mengingat setiap bentuk wajah dari dirimu yang tersenyum hanya untukku.

Sepertinya hanya waktu yang dapat melupakan semua tentangmu, aku hanya bisa mengurangi sedikit demi sedikit semua tentangmu. Aku akan berjalan lagi ribuan kilometer jauhnya untuk menyibukkan diriku dan mengurangi mengingat semua tentang dirimu. Perlahan demi perlahan sehingga tidak ada lagi rindu yang tersisa.

Oh Tuhanku kapankah aku bisa berada dalam cerita utama yang sang tokoh berakhir dengan kehidupan bahagia selamanya. Apakah untuk kebahagiaanku harus Engkau uji dulu baru akan bisa merasakan kebahagian. Jika benar maka kuatkan selalu jiwaku ini ya Allah karena aku takut iman ini terlalu lemah oleh dosaku banyak. Aku benar-benar takut Ya Allah dengan kehidupan ini, dengan hari-hari kedepannya. Aku merasakan kekosongan untuk melangkah ke dalam kehidupan yang baru.

Bagi sebagian orang malam adalah saat mereka bisa beristirahat setelah hari yang panjang dan sulit. Tapi bagi sebagian orang itu adalah awal dari hari yang panjang dan sulit. 
Bagi sebagian orang ini seperti, terowongan gelap dimana mereka tak bisa melihat cahaya di ujungnya. Tapi bagi sebagian orang itu bisa menjadi titik awal untuk awal yang baru. Mereka yang telah melewati terowongan kehidupan yang gelap akan tahu untuk bertahan hidup, mereka harus terbiasa dengan kegelapan saat mereka dibutakan dari gemerlap nya dunia. 
Seperti malam yang akan berganti pagi, ketika kamu berpikir itu adalah akhir. Awal yang lain akan di mulai, bahkan jika itu hanya langkah kecil. Saat itu terjadi Seperti keajaiban, kita hanya harus bergerak maju menuju cahaya terang di ujung terowongan.

Untuk itu aku selalu menyukai waktu pagi, di waktu pagi setelah melewati malam yang panjang itu begitu menyakitkan dan aku merasa kesepian. Saat kau hanya menghabiskan waktu malam sendiri tanpamu, semua terasa sepi, gelap dan menakutkan. Waktu pagi adalah awal pagi yang baru saatnya kita hendak memutuskan apa yang telah ditentukan.

Apa yang ingin dilakukan, memulai kembali apa yang telah kita ingin lakukan. Begitulah kehidupan yang semestinya. Apakah ada awal yang baru untuk hidup kita yang lebih baik meski setelah melewati serangkaian kisah yang menyedihkan hingga hanya kau pendam sendiri. Aku berharap semua akan menjadi lebih baik nantinya, terbaik dari Tuhanku yang telah mengatur hidupku.

Komentar

Postingan Populer