Pursuit of Happiness - Farewell To Sweet Memories part II

Pursuit of Happiness - Farewell To Sweet Memories part II

Februari 29, 2020

Barangkali banyak hal di dunia ini yang memang seharusnya jadi misteri, ada baiknya misteri tidak perlu dipecahkan. Hari ini aku akhirnya tahu. Vania, seharusnya kita tidak pernah dipertemukan, seharusnya kita tidak berada di pantai itu saat tempat, hari, jam dan menit yang sama. Namun ternyata takdir berkata lain Tuhan ingin mempertemukan kita, Tuhan ingin membuat kita saling jatuh cinta, saling menyayangi satu sama lain dan ternyata inilah perjalanan terakhir dari kisah hidupmu dan kisah akhir dari cintamu.

Lelah bukan alasan untuk berhenti, lelah hanyalah pengingat bahwa ada perjuangan panjang yang baru saja dilewati, aku berhenti sejenak menahan nafas dalam-dalam dan menghembuskankan nya keatas langit bentuk kekecewaanku kepada Tuhan yang ada diatas sana, namun walaupun kecewa aku tetaplah masih membutuhkan Tuhan. Hanya mencoba beristirahat sejenak dan merenungi, masih banyak hal yang telah kau berikan untukku daripada permintaanku yang terlalu banyak, sehingga engkau masih menahan itu semua untuk aku suatu saat nanti baik itu di dunia atau untuk pahala yang ada di akhirat.

Meyakinkan diri, aku harus meneruskan perjalananku sampai titik akhir. Sebab sebanyak apapun upaya untuk melepaskannya selalu ada alasan untuk mengenangnya, sejauh apapun kaki ini berusaha untuk menjauh dari kenangan lama yang menyakitkan. Langkah langkah telah membawaku ke dalam banyak hal yang telah aku pertaruhkan bahkan beberapa bagian hidup sengaja aku tinggalkan untuk memudahkan kakiku untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Bukankah memang kita harus percaya bahwa semua usaha keras dan dengan disertai doa memperjuangkan perasaan adalah bentuk dari cinta sejati.

Sejenak saja dengar aku sayang, beri aku waktu sedikit untuk bisa bersamamu. Lima menit atau tiga puluh menit meski tak banyak waktu yang kita habiskan, aku ingin menatap senyumanmu, aku ingin melihat mata lentikmu yang menatap aku begitu syahdu, aku ingin menggenggam tanganmu untuk menguatkan aku untuk menjalani ini kehidupan, aku ingin memelukmu ketika aku lelah menjalani kehidupan yang melelahkan ini meski sebentar aku ingin mengulang itu semua kembali sayang. Karena aku ingin kau tahu betapa kehilangan nya diriku disini bersama senja di pantai ini.

Karena setiap yang kau impikan kadang harus di renggut oleh Tuhan karena itu tak baik untuk kita atau yang lainnya. Jadi bersabarlah dan ikhlas menghadapi kehidupanmu selanjutnya yang kita jalani. Aku harap kau akan tersentuh, dengan apa yang di ungkap hatiku, memang tak berarti banyak untukmu karena kau tidak ada lagi disini. Hingga ini waktuku yang terakhir, aku ingin di tempat ini menjadi waktu yang ingin ku kenang, menjadi bagian kebahagian masa laluku yang akan aku renungkan di masa depan.

Aku duduk di tepi pantai, di bawah pohon yang meneduhkan. Hanya sendiri sekarang tanpa Vania. Ya meski banyak orang lain, aku memilih sendiri, menatap ke arah laut, aku juga datang kesini sendirian. Tadi sepulang dari kampus, semuanya memang di luar perencanaanku hari ini, awalnya setelah pulang aku memutuskan untuk ke toko buku, namun karena disini kurang lengkap aku memutuskan untuk mencarinya ke kota lain dan setelah mendapatkan bukunya aku berencana untuk pulang tapi malah sebaliknya aku berputar haluan dan mengarah ke pantai ini tempat yang banyak aku habiskan baik itu sedang bahagia ataupun sedang sedih.

Entah kenapa membuat pikiranku berubah, aku malah datang ke pantai ini. Sudah setengah jam aku duduk-duduk sendiri disini dan aku tidak bosan sama sekali, menatap nanar ke tengah laut, sendiri hanya bersama kenangan dalam ingatan. Aku aman berada disini karena jauh dari kotaku orang-orang tidak akan mengenaliku jadi tidak ada yang akan menyapa atau mengangguku disini.

Jauh mengenang ke belakang memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan sekarang? Di tengah laut, hujan seperti tidak menyisakan apa-apa atas luapan kesedihan dan laut yang sedang berduka, ombak dengan keras menghantam karang. Seolah-olah alam pun tahu apa yang sedang aku rasakan saat ini. Sakit menahan beban yang ada pada diriku, mencoba mengikhlaskan tapi apa sebenarnya bentuk dari kata ikhlas itu, aku tidak tahu. Masih banyak hal yang ada didunia ini yang masih belum aku ketahui termasuk rahasia Tuhan.

Hidup ini kejam nak, terkadang kita memang harus ikhlas untuk melepaskan apa yang  tidak sanggup kita genggam. Hanya untuk melepaskan bukan berarti kita harus melupakannya tapi hanya beristirahat untuk menjalani kehidupan kamu yang baru dan bahagia. Itulah nasihat ibuku saat berada di pemakaman Vania sebelum ibu pulang.

Aku menahan angin dengan telapak tanganku, melindungi mataku. Pasir di pantai mengangguku, angin terlalu kencang sore ini nampak akan ada badai yang datang. Beberapa orang malah nampak meninggalkan pantai dan semakin sepi saja. Gerimis yang tiba-tiba turun membuat mereka menjauh. Sementara aku disini masih duduk sendiri, aku tidak takut hujan, aku malah menyukai berada di antara hujan yang lebat karena bagiku hujan adalah ciptaan Tuhan jadi tidak ada yang perlu di takutkan tapi harus kita syukuri.

Aku berdiri menatap laut, seperti sedang menumpahkan segala perasaan juga menumpahkan kesedihan yang ada pada diriku. Senja di tepi pantai disertai hujan terasa lebih menyedihkan jika di campur dengan keadaanku yang sekarang. Ada hatiku yang sedang kucoba untuk ku tenangkan dengan melihat pemandangan di laut namun itu semua justru sebaliknya malah hanya suasana sedih yang berasa. Setelah menerima takdir bahwa semua makhluk Tuhan akan kembali kepada-Nya tanpa terkecuali. Kau tahu apa hal yang di takutkan seseorang yang terlalu mencintai bukan karena di duakan ataupun di tinggal pergi atau yang lainnya tapi sebuah kehilangan yang mana kita tak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi. 
Itulah menurutku yang paling menyakitkan. Kita tak akan pernah bisa bersamanya atau bertemu dengannya lagi karena dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Semakin hari kau terasa semakin menghilang saja, aku tak bisa mengingat banyak lagi bagaimana bentuk wajahmu saat tersenyum. Jujur saja aku selalu mendoakan kebahagianmu, semoga kau nyaman dan betah tinggal disana. Bukankah semua yang mencintai akan kembali pulang pada orang yang dia cintai, kemanapun pergi. Mungkinkah di surga sana kita masih bisa mengenal dan saling mencintai lagi ya? Jujur saja kalimat itu tidak mampu meredakan kehilanganku.

Aku adalah orang yang terlalu jatuh cinta dan orang yang terlalu jatuh cinta akan merasa takut kehilangan. Sejak kehilangan mu aku berusaha menyibukkan diri, fokus pada apa yang aku jalani sekarang yaitu kuliah. Semakin hari aku semakin menyadari aku harus bisa mengikhlaskan itulah sebabnya aku menyibukkan diri dengan belajar dan banyak-banyak membaca buku karena itu semua mampu mengobati kehilanganku dan memenuhi hari-hariku dengan hal-hal yang membuat aku sibuk dan lelah. Hal-hal yang membuat pikiranku penuh dan aku bisa tertidur nyenyak saat malam hari tiba tidak seperti malam-malam sebelumnya.

Hujan pada sore ini apakah kau menangis sayang di surga sana karena melihatku yang berantakan seperti sekarang ini. Sungguh maafkan lah aku yang masih belum bisa menepati janjiku kepadamu. Aku sudah mencoba untuk kuat namun ternyata aku masih belum bisa, aku mencoba untuk kuat setegar karang dan ternyata aku masih lemah, sungguh maafkan lah diri ini.

Itu hanya gurauan angan-angan, bukankah demikian pula yang akan terjadi? Senja di temani mendung membuat suasana terasa dingin dan lengang tapi aku tak dapat bersantai saja bagaimanapun tidak ada lagi yang namanya kesedihan, sekarang saatnya untuk terlihat kuat setegar karang yang mampu menahan apapun ujian dari Tuhan. Semoga aku bisa menjalani ini semua. Aku menetap langit di atas yang nampak kurang bersahabat. Awan mendung sehabis gerimis membuat suasana pantai semakin sepi saja, orang-orang yang sedang berteduh sudah mulai berkemas bersiap untuk pulang.

Sesuatu yang kita sebut laut itulah dari betapa luasnya aku mencintaimu dan juga alasan mengapa kita dipertemukan di tepi pantai. Yang hari demi hari kian bertumbuh rasa cinta ini bersama umurku yang semakin menua.

Kau adalah hujan yang menyejukkan hati dan pikiranku, entah mengapa aku menyukai mendengarkan suara hujan yang jatuh dari langit begitu tenang seperti dirimu yang begitu menyejukkan dan menenangkan.

Dunia ini terus berputar. Perasaan bertunas, tumbuh mengakar, bahkan berkembang biak di tempat paling mustahil dan tidak masuk akal sekalipun. Perasaan Kadang dipaksa tumbuh di waktu dan orang yang salah, tapi semuanya akan menjadi kenangan untuk kita sebagai pelajaran dan pengalaman yang berarti dari hidup kita untuk mendewasakan. Bahkan Beberapa kali kau harus mengalami di patahkan hingga akhirnya bertemu dengan orang sebagai bagian dari akhir dari perjalanan dan perjuanganmu yang indah.

Yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menikmati sisa hidup, entah apakah itu bisa dilakukan sekarang semua nampak kabur oleh pandangan. Mencoba untuk kuat dalam menghadapi apapun yang datang tapi terkadang kita juga ada saat nya berhenti untuk merasa lelah, ketika lelah dan kau merasa tidak sanggup maka menangis lah kepada Tuhanmu. Kemudian semoga esok nya kita bisa bersabar dan kuat lagi dalam menghadapi apapun.

Mengguncang gelapnya malam, berharap di bawah sinar bulan. Kita dapatkan jawabannya. Semua hari-hari yang telah berlalu. Melewati hari-hari kedepannya pasti akan semakin banyak badai yang menghadang, tapi untuk melewati nya tidak ada lagi tangan yang menghangat untuk menguatkan setiap perjalanan ku. Menangis dan tertawa pasti akan di lalui untuk kedepannya. Semua perasaan yang tersisa disini akan bertemu kembali dengan seseorang yang bisa menguatkan, semoga.

Aku pulang ya Vania, pergi meninggalkan pantai ini. Jika suatu saat aku masih belum bisa melupakanmu, aku akan kesini lagi bersama kenangan dan aku akan membawa seseorang yang baru dalam hidupku untuk menunjukkan dan menepati dari janji-janji kita yang dulu dengan membawa seseorang penggantimu, tapi mungkin aku tidak akan pernah menceritakan kepadanya masa laluku karena aku takut dia akan merasa tidak di hargai sebagai masa depan ku. Aku hanya ingin membahagiakannya jadi aku juga harus bisa menjaga perasaannya, biarlah semua masa lalu ku kenang sendiri. Namun jika seandainya dia tahu aku ingin melihat nya apakah dia masih bertahan atau pergi, jika dia ingin bertahan dan tetap disini mungkin dia akan jadi cinta sejatiku dan aku akan bertahan sampai akhir dengan orang yang menerima masa laluku dan ikhlas dengan semua keadaanku yang sekarang. Oke see you Vania entah dimanapun kau berada dan aku pulang, pulang untuk menjemput kebahagianku yang baru. 

Our Farewell Vania. 

Komentar

Postingan Populer