Pursuit of Happiness - Intermiten

Pursuit of Happiness - Intermiten

Juli 04, 2020

Ada serangkaian takdir yang menyusun kehidupan ini, yang mengatur perjalanan manusia dari satu keadaan ke keadaan yang 
lainnya. Dalam rangkaian takdir ini, kebahagian dan kesedihan bercampur menjadi satu untuk menyangga beban beratnya dari kehidupan.

Waktu berlalu dengan cepat tanpa di sangka sudah beberapa tahun kau pergi meninggalkanku, aku berharap waktu akan berlalu dengan lambat. Waktu yang ingin aku dapatkan kembali agar aku bisa mengulang sedikit saja, seandainya aku bisa memundurkan waktu banyak hal yang ingin aku lakukan salah satunya menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersamamu.

Aku tidak mau hidup di dunia ini yang di dalamnya tidak ada dirimu, tidak berada di sampingmu membuat aku kehilangan arah untuk menjalani kehidupan ini, semuanya melebur, menghilang bagai angan-angan yang semu.

Hitam adalah warna keputusan, keputusan apakah kita masih bisa bersabar untuk menerima berbagai macam cobaan. Apakah kita bisa bersabar selagi menunggu akan cahaya yang datang menyinari. Langit telah menjadi hitam pada saat itu. Demikian pula dengan warna pakaianku. Bahkan, waktu juga telah menjelma menjadi hitam. Warna hitam setidaknya adalah pertanda saat sebuah keputusan ditetapkan. Ketika hidup dipenuhi warna dan semuanya akan memudar menjadi hitam ketika sebuah perpisahan terjadi.

Dalam hari-hari perpisahan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya ini, hari-hari saat aku ditinggalkan untuk selamanya, warna hitam adalah warna yang akan merogoti dari dalam hatiku sebagai bentuk dari duka, pengungkapan doa yang paling tulus dan paling dalam, aku berharap dapat menemukan lagi warna yang baru yang seharusnya dapat menghilangkan warna hitam dalam hatiku.

Salah satu pengalamanku sejak kali pertama dengan keadaan seperti ini adalah aku mulai sadar diri. Sadar diri bahwa tidak ada sandaran 
dalam hidup ini selain Allah. dan diri kita sendiri. Aku seharusnya tidak lupa diri, tidak lantas berputus asa. Ada Allah yang akan terus menjagaku kemanapun aku melangkah. Aku akan lebih banyak mengingatnya untuk sekarang karena aku membutuhkanmu ya Allah. Kau membukakan jalan untukku agar aku kembali padamu setelah cobaan yang kau berikan untukku. Terima kasih Tuhan karena Engkau selalu menyayangiku.

Sesungguhnya kebahagian itu baru akan didapatkan setelah berjuang mengorbankan sesuatu ketika seseorang menerima 
ujian hidup. Tanpa mengorbankan sesuatu, terpukul, dikalahkan, menderita, dan mengalami keterpurukan, seseorang tidak akan mungkin mendapatkan kebahagiannya.

Karena itu, tanpa rela kehilangan sesuatu, tidak akan mungkin ada tataran kebahagian yang akan tercapai. Dengan kata lain menurut Cindy, kebahagian adalah pencapaian yang hanya mungkin terjadi di atas lintasan derita dan kekalahan. Dengan semua ujian dan cobaan itu Allah akan menguji kita jika kita sanggup menahan semua ujian darinya maka kita akan menemukan kebahagian sejati. Memang sulit untuk mendefinisikan nya tapi yang nyata kita akan mendapatkan kebahagiaan itu masing-masing dengan apa yang kau yakini.

Jika mencintai seseorang itu berdasarkan karena Allah jika bukan kau akan menerima sakit nya di tinggalkan. Karena Allah tidak akan memberikan seseorang yang bukan takdir kita. Mungkin kau bisa sejenak bertahan dengan yang kita cintai tapi itu hanya untuk kebahagiaan sesaat bukan untuk kebahagiaan sejati. Ada saja cara Tuhan untuk memisahkan nya karena kita bukan dari takdir untuk bersama. Bisa melalui sebuah perpisahan atau di tinggalkan pergi terhempas begitu saja.

Maka berhati-hatilah dengan cinta. Fitrah manusia adalah senang untuk mencintai dan dicintai. Namun, waspadalah, suatu hari akan 
tiba saatnya engkau diuji dengan apa yang engkau cintai. Engkau akan diuji dengan kehilangan sesuatu yang telah engkau cintai. 
Engkau akan diuji dengan apa saja yang engkau cintai. Rangkaian takdir akan mengujimu. Mungkin engkau akan tercengang saat 
menyaksikan takdirmu. Mungkin juga engkau akan bingung. Oleh karena itu, engkau harus selalu jeli dan mawas diri jangan sampai terpedaya oleh cinta yang dapat melemahkanmu. Engkau harus meninggalkan semuanya sebelum dikuasai cinta yang akan 
menenggelamkanmu.

Hari ini aku terbaring lemah tak berdaya, sakit hanya terdiri dari lima kata itu membuat aku tak berdaya. Apakah karena cuaca dingin disini atau aku masih belum terbiasa dengan keadaan disini. Cindy bolak-balik dari dapur lalu kemudian ke kamar mencemaskan keadaanku yang tak kunjung membaik.

Sejak hari itu, aku sudah tidak lagi merasa takut akan sakit karena dengan sakit akan menghapus dosaku dan aku bisa dekat kematian dan bisa segera bertemu dengan Vania tapi sakit ini sungguh menyiksaku. Aku merasakan sakit yang teramat, untuk bangun pun tak sanggup sekarang karena ketika aku bangun sakit di kepala ini datang kembali. Cindy menawariku untuk segera ke dokter tapi aku berkata tidak untuk sekarang.

Kesakitan ini tidak lagi berarti kepedihan. Hatiku lebih pertama kali merasakan sakit, hatiku kini berlubang sedemikian dalam di hamparan bumi ini. Guratan takdir telah membenamkan diriku dalam sumur darah yang begitu dalam. Bumi telah menelan diriku. Sakit dalam beberapa jam terakhir itu telah begitu menenggelamkan diriku, tenggelam sedalam-dalamnya dalam kerapuhan dan kepedihan. Karena itulah kini aku tidak lagi akan merasa takut akan kematian. Sebab, dengan kematian ini aku bisa segera bertemu dengan Vania. Itu kan yang pernah aku inginkan dulu saat Vania pergi meninggalkanku untuk selamanya di dunia ini sendiri.

Ketika dalam sakit ini aku kembali mengingat kenangan-kenangan yang entah datang dengan sendirinya, kenangan yang membuat aku bisa sedikit tersenyum dengan sakit ini. Merasa bahwa tidak hanya aku saja yang diberi ujian orang lain juga, hanya terkadang beberapa orang merahsiakannya dan ada juga yang memaparkan kesedihan nya.

Namun, sayang seribu sayang, semua kenangan yang indah itu lenyap seketika. Mereka pergi satu per satu mengiringi langkah kakiku yang semakin lelah menapak untuk berjalan dan terus 
berjalan. Dari manakah sebenarnya diriku?
Siapakah sebenarnya diriku? Mengapa semua kepedihan ini menimpa diriku? Sungguh, teramat panjang perjalanan yang penuh kepedihan ini! Aku berjalan dalam bebatuan penuh duri dan rintangan yang menghalang. Aku berharap Tuhan untuk menguatkan aku dalam menjalani ini kehidupan.

Komentar

Postingan Populer