Je T’aime - Vania, je penses toujours a toi

Je T’aime - Vania, je penses toujours a toi

September 03, 2021

Look in these my eyes, you'll see the dark, that little space inside space my heart. All of my tears have been frozen, after these years in this pain. My heart is finally chosen to forget everything, now I feel the awakening, I don't want look back to the behind. I am mysteriously standing on the good side of my soul.

All I recall is the moment, sadness is fading away, I want believe, that my prayers are being heard, how many prayers will it take, how many tears must we cry till we can walk across that bridge of hope that peace on the other side.

Now, tomorrow is a mystery, I can't live without a dream. Vanishing from reality. How many miles? How many step must I take? How many tears? How many times can I break? Show me the meaning now, show me the reason why. Does it make sense somehow. I'm letting go, don't wanna fight anymore. I need to show every side of my heart.

Satu minggu telah aku berada di kota ini merupakan sebuah keajaiban bisa bertahan lama untuk tinggal di kota ini setelah kepergianmu, rasanya tiap kakiku berada disini aku merasa sesak untuk bernafas, seolah ada yang membebani tubuhku jika aku tiba disini tapi sekarang  mulai berkurang mungkin karena aku sudah mulai mencoba mengikhlaskanmu untuk pergi dari hidupku.

Saat aku mencoba berlari, berlari dari kota ini dan masa lalu yang telah lama ingin aku lupakan tapi akhirnya aku kembali juga. Sekuat dan sejauh apapun aku sadar bahwa kota ini merupakan tempat aku pulang ketika aku terlalu lelah dan letih dengan dunia, aku sadar sesuatu hal yang penting  bahwa aku tak akan pernah bisa melupakan kota tempat aku di lahirkan dan besar disini. Aku memiliki ribuan kenangan membahagiakan dan menyedihkan yang pernah ada, aku menyadari itu merupakan sesuatu yang layak untuk dikenang sebagai kenangan terindah dalam hidupku.

Aku sudah tenang," Aku meyakinkannya saat aku membebaskan diri dari kungkungannya dan menghampiri pagar untuk berpegangan, lalu menarik nafas dalam-dalam. Rasa sakit itu 
kembali dengan kekuatan penuh. Aku telah berhasil mengubur rasa itu hingga hanya terasa berupa denyutan samar, tapi melihat kenangan itu yang kembali datang, membuatku mengingat segalanya. Malam itu. Malam yang tak akan pernah bisa kupulihkan ke asalnya. Malam yang telah dan akan membekas dalam diriku untuk selamanya, aku pikir aku sudah mulai melupakanmu tapi nyatanya tidak, semua kenangan yang membahagiakan antara kita kita sudah menjadi terlalu menyakitkan untuk aku kenang dalam hidupku yang sekarang.

Ada seorang anak memanjat jembatan , hei Vania ini aku lagi. Aku hanya mau tahu apa kau sudah lihat beberapa tulisanku, ada seorang anak memanjat jambatan dan dia akan bunuh diri lalu ada seseorang yang menghentikannya dan berkata kau harus menunggu untuk semangat baru dan awal yang baru. Sekarang aku merasa seperti anak itu. Aku tenggelam dan untungnya aku temukan semangat baruku karena itu adalah kau, kaulah semangat baruku tapi semuanya pudar saat kau pergi dari sisiku, aku sekarang bagai serpihan kaca retak yang di hancurkan remuk tak bersisa. Bagaimana aku dapat menemukan semangat baruku? Ketika aku belum siap memulai sebuah awal yang baru lagi, aku sadar aku mulai lelah untuk terus hidup di dunia ini yang memang seharusnya hanya sementara tapi bagiku aku hidup di dunia ini telah cukup lama karena aku merasa tidak menikmati semua kehidupan dunia ini.

Aku tak pernah sadar betapa berartinya kehadiran dirimu disini bagiku, kau adalah semangat hidupku untuk bertahan hidup di dunia ini, aku benar-benar takut untuk hidup tanpamu sampai akhirnya aku sadar kau telah tidak disisiku lagi meninggalkanku untuk selamanya.

Tak ada yang menggoyahkan hati saat aku kembali mengingatmu, kehilangan hanya membuat aku semakin merindukanmu. Maafkan aku jika masih merindukanmu, aku benar-benar tak tahu bagaimana harus melupakanmu dan berhenti untuk memikirkanmu. Percayalah, aku tidak berbohong aku sudah berusaha semampuku untuk melupakanmu namun itu semua tidak bisa aku lakukan.

Kata mereka kita adalah pasangan yang saling mencintai tapi tidak ditakdirkan untuk bersama, kita adalah orang yang saling membutuhkan tapi kematian telah memaksa kita untuk berpisah selamanya dari pelukan itu. Seharusnya dua tahun bersama kita seharusnya menghabiskan waktu bersama namun jarak itu memisahkan kita karena kita berbeda tempat kuliah dan akhirnya kita hanya bisa bersama setiap akhir pekan. Maaf jika kita tak bisa menghabiskan waktu bersama saat itu, kini kita malah terpisah oleh dua dunia, sungguh maafkan aku Vania.

Aku masih mampu mengingat bagaimana kamu menatapku dengan mata hitammu yang indah dan senyummu yang manis saat kita pertama kali bertemu di pantai itu. Aku juga masih mengingat mengingat bau wangi parfummu, dan hapal bagaimana caramu menyebut namaku, aku masih mengingat itu semua saat aku ingin tidur, aku kembali mengingat itu semua dan aku sedih lagi merasakan kebahagiaan itu semua. Rasanya kita hanya sebentar saja bersama kemudian kita berpisah, bagaimana mungkin ini terjadi kepadaku? Apakah kita memang ditakdirkan bersama hanya sebentar, hanya untuk mengisi kekosongan sementara dan kemudian kita berpisah? Sungguh aku masih merindukan dirimu sayang dan aku ingin terima hukumanku dari Tuhan karena aku tak bisa mengikhlaskanmu, Maafkan aku Tuhan.

Vania cantik malah sangat cantik aku pikir, Iya cantik dan cinta nya membuat aku merasa tenang berada disisinya, cintanya merampas akalku, melakukan semua pengkhianatan dari logika tanpa apa pun selain tatapan. Badai berkecamuk di cakrawala, kerinduan, sakit hati, dan nafsu. Dia selalu membawa berita baik untukku,  Vania adalah penyelamat hidupku.

Katakanlah sayang, katakan sayang bagaimana cinta itu adil tapi beginilah ceritanya, dia meluluhkan dan menghancurkan aku kembali dengan ciuman manisnya, kecantikan nya menarik ku untuk lebih dekat. Gairah di malam yang gelap dan lembab, langit merah saat fajar memberi peringatan. Bodoh, sebaiknya aku harus bagaimana kapan kamu tidak disisiku aku kembali merindukan semua tentang kehidupan ini, aku merindukan kau berada di kota ini sambil tersenyum kepadaku, betapa bahagia nya diriku tapi semua itu tak akan pernah ada lagi, semua akan menjadi kenangan yang menyedihkan jika aku sedang sedih tapi bisa juga membahagiakan ketika aku merasa

Denganmu aku lemah sayang dan aku ingin terima hukumanku, menebus dosaku padamu karena saat kau sakit aku tidak ada di sampingmu menemanimu. 

Maafkan aku sayang Vania, aku masih belum bisa melupakanmu seperti disurat yang kau tulis. Aku sangat terkejut ketika aku harus melepaskanmu, seseorang yang tak pernah aku sangka harus berpisah secepat ini, aku gemetar saat orangtuamu menghubungiku bahwa kau telah pergi untuk selamanya, saat itu aku lemah dan tak berdaya mendengar hal itu, tubuhku kaku dan air mata ini menetas dengan sendirinya.

Tak ada cara apapun yang paling cepat untuk melupakanmu, hanya waktulah yang mengatasi ini tapi aku akan berjanji untuk bahagia disisa hidupku saat tak bersamamu lagi.

Sungguh, jarak terjauh bukanlah antara banjarmasin dan kota kita melainkan terpisah antara dunia roh dan dunia manusia itulah yang paling menyakitkan bagiku. Kita tidak akan pernah bisa bertemu lagi kecuali aku juga telah mati tapi Tuhan belum mengizinkan aku kesana menyusulmu karena aku masih mempunyai sebab dan tujuan untuk hidup di dunia atau Tuhan masih memberi aku sebuah peran entah dengan cara bagaimana. Aku bertemu dengan siapa? Aku dihadirkan diantara kehidupan orang lain sebagai tokoh cadangan atau tokoh utama lagi, aku belum tahu karena Tuhanlah yang menjadi pengatur segalanya bagi kehidupanku.

Teruntuk kamu Vania, cinta terbesarku dan satu-satunya. aku tahu kau ketakutan tapi percayalah ini kali pertamaku merasa begini dan aku jamin tak pernah ada lagi, aku berada disini lagi untuk mengenangmu. Aku tak akan pernah puas hanya dengan sebagian dirimu, aku ingin ikut bersamamu sayang tapi aku masih tak bisa untuk ikut bersamamu karena jatah hidupku untuk di dunia masih ada Tuhan masih ingin aku berada disini dan memperbaiki hidupku yang sekarang ini. Ketahuilah hati dan Harapanku bersamamu.

Masa lalu memabukkan dan itu bisa menenggelamkan mu, menciptakan ilusi segalanya yang lebih baik, kau lebih bahagia atau pengalaman yang lebih kaya pada saat Itu, itu mungkin juga bisa melemahkanmu, membuatmu terjebak dalam kenangan pedih, patah hati dan kekecewaan, dan menahanmu dari mencoba kesempatan lain untuk meraih kebahagiaan. Pepatah mengatakan jika kita tak belajar dari kesalahan, itu akan terulang. Tapi apakah kita juga bisa belajar untuk melupakan masa lalu, belajar untuk terus maju, menjaga wawasan tapi tak membiarkannya mengambil alih kemampuan untuk mencoba dan merasakan. 

Tolong maafkan gangguan singkat ini, tapi seperti yang aku yakin kau tahu hidup kita yang telah terpisah kini, untungnya setidaknya untuk pria yang rapuh ini sekali lagi terkait bertahun-tahun ini aku yang masih memikirkanmu dengan keteguhan yang kini ragu aku akui, aku merindukanmu.

Vania terima kasih karena telah datang ke kehidupanku, tahun-tahun terakhir ini aku menyadari aku merasa banyak kehilangan semangat untuk hidup dan kehilangan dirimulah yang paling aku ingat, menyadarkan ku bahwa kau bukanlah milikku seutuhnya nya, kau adalah milik Tuhan Allah SWT. Terima kasih untuk selalu jadi seseorang yang pernah hadir meski tidak lama tapi itu membahagiakan.

Komentar

Postingan Populer