The Last Dance - First Meet

The Last Dance - First Meet

Juni 11, 2021

Dia suka laut, dia suka pantai, dia suka menatap laut yang tenang ibarat ombak lemah yang ingin menggapai tepian pantai timur laut, kapan hatinya goyah dia selalu berada di bibir pantai dengan wajah sendu dan sedih.

Dia selalu begitu saat aku bertemu dengan nya di pantai, Aku dan dia jatuh cinta di pantai itu juga dan kami bersama setelah bertemu beberapa kali di kota tempat kami tinggal, tapi kemudian setelah dua tahun kami berpacaran, ya semuanya bisa dibilang sempurna malah hampir sempurna saat mimpi-mimpi mulai dikhayalkan dan diimpikan, tapi itu semua sirna dan berakhir.

Tidak terasa dua tahun berpacaran waktu yang aku lalui seperti sebentar, setelah bersama selama itu aku berharap takdir tidak akan berubah dan aku percaya dia adalah lelaki terakhir yang aku cintai selama aku hidup namun hidup tidak berjalan seperti yang aku inginkan dan tak ada yang bisa mempredikisi perpisahan kita, hidup memang penuh kejutan.

Kemudian Tuhan menjemputku, pergi dari dunia ini untuk selamanya bersama harapan yang begitu banyak akan dunia dan meninggalkan orang-orang yang aku cintai pergi yaitu kedua orang tua ku dan kamu Lev Ryley. Sungguh aku juga tidak ingin ini terjadi tapi ini sudah takdir yang tak bisa aku elakkan dan aku pun harus pergi untuk selamanya dari sisimu, sungguh maafkan atas ketidakberuntungan ini, meskipun kita tidak bisa memiliki di dunia aku harap kita bisa bertemu lagi di kehidupan yang selanjutnya.

Aku merasa sedih dengan keadaan dan semua tentang hidupku sendiri, mengapa hidupku begitu singkat entah rencana apa yang Tuhan berikan kepadaku. Dua puluh tahun adalah waktu yang sebentar diantara rata-rata kehidupan manusia yaitu antara 60-70 tahun, angka 20 menurutku merupakan langkah awal yang telah siap menempuh kehidupan dewasa tapi tidak bagiku aku malah telah pergi meninggalkan dunia ini.

Bagaimanapun aku telah pergi dari dunia, tidak ada lagi yang bisa aku lakukan selain menunggu hari kiamat datang, seandainya aku masih bisa bertemu dengan kedua orangtuaku mereka pasti senang melihatku. Aku tidak bisa membayangkan betapa sedih dan kehilangan mereka saat melihat aku pergi dari dunia ini, ya aku bisa merasakan kesedihan mereka seperti yang aku rasakan setelah melihat mereka meneteskan air mata itu tepat didepan ragaku. Aku hanya bisa melihat saat mereka menangis dan mendoakan kebahagiaan untuk kedua orangtuaku agar mereka bisa hidup tanpa aku dan perlahan-lahan dari berjalan nya waktu mereka bisa mulai melupakanku dan mereka setidaknya bisa sedikit tersenyum seiring berjalan nya waktu.

Pada akhirnya semua orang juga akan pergi cepat atau lambat, mungkin aku ditakdirkan cepat karena begitulah sudah takdirku. 
Aku sebenarnya memang tidak mau menghabiskan sisa hidupku hanya untuk meminjam waktu sedikit lagi karena apa yang telah aku jalani  itu sudah cukup bagiku dan akhirnya waktu membuatku berhenti.

Aku adalah roh, yang tak bisa dilihat oleh manusia, ada sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia saat mereka masih hidup salah satunya. Bukan hanya manusia yang hidup di dunia ini walau tak terlihat, sebenarnya dunia ini tempat bagi banyak kehidupan, termasuk para roh dan makhluk yang tak bisa dilihat oleh manusia lainnya.

Kehidupanku sebagai roh dimulai dari sekarang setelah malaikat itu mencabut rohku dari ragaku yang terkubur disana.

Sekarang aku tahu kenapa orang-orang ke laut saat mereka frustasi karena kau bisa menghadapi hatimu disini. Hati yang rapuh atau hati yang sudah terluka. Kini aku melihat nya lagi kau kembali menatap pantai dengan sendu aku sungguh tidak tega melihat kau yang seperti itu. Aku ingin memelukmu dan mengatakan bahwa semua akan baik-baik saja sekarang. 

# masih Vania

Komentar

Postingan Populer