The Last Dance - The World From Me

The Last Dance - The World From me

Maret 05, 2021

Kita tak akan bisa mencintai dunia, jika tak punya masa kecil di dalam nya. Jika bukan bunga yang sama yang tumbuh di musim semi yang kita kumpulkan dengan jemari kecil kita, hal baru yang mesti di ingatan kita pada waktu kecil dengan pengulangan yang manis itu tempat semua dikenal dan dicintai ditempat bumi yang kita pijak sekarang ini. Itu adalah sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan.

Waktu kecil aku pikir aku adalah pusat dunia, kukira saat aku jatuh tertidur dunia akan berhenti berputar. Karenaku, dunia ini berputar. Dunia tanpa aku, tak sanggup aku bayangkan. Saat itu, segala sesuatu yang ada di dunia ini ada karena cintanya padaku, kehadiranku di dunia adalah sesuatu yang berarti. Bagaimana tidak ketika aku lahir semua orang bahagia dan bisa tertawa bersama, akulah saat itu yang menjadi pusat dunia.

Aku pikir memang begitu adanya namun ketika aku mulai beranjak remaja dan dewasa, dunia tidak seperti yang aku kira sejak aku kecil. Sungguh semua berbeda dari yang aku kira. 
Entah mulai sejak kapan aku mulai menyadari sekalipun tanpa kehadiranku, dunia ini akan terus berputar. Aku menyadari setelah kematianku orang-orang mulai melupakanku dan kembali beraktivitas seperti biasa. Sungguh begitu mudahnya kita terlupakan oleh waktu yang terus berjalan dan kita akan semakin terlupakan jika kita tidak meninggalkan apapun sesuatu yang harus di kenang, begitu mudahnya manusia dalam hal melupakan.

Entah mulai sejak kapan, aku mulai menyadari jika diriku bukan pusat dari dunia. 
Karena lihat saja aku telah mati dan dunia masih berputar dan orang-orang yang menangisiku saat aku mati, mereka sudah mulai melupakanku dan sudah terbiasa hidup tanpa ada aku di dunia. waktu memang berjalan terasa cepat.

Aku mulai menyadari jika diriku tidak lebih satu dari antara lautan manusia lain. 
Aku mulai menempatkan seseorang sebagai pusat duniaku, tidak peduli seberapa aku merindukannya aku tidak bisa meraihnya karena dunia kita yang telah berbeda.

Aku yang mulai perlahan marah dan membenci diriku sendiri. Aku hanya bisa melihat nya sekarang tapi dia tidak bisa melihatku lagi. Sungguh betapa menyakitkan semua keadaan ini. Dunia yang aku  kira dari kecil diciptakan untukku nyatanya itu tidak, dunia hanya tempat singgah sementara sebelum kita pergi ke tempat yang sesungguhnya tempat yang aman dari segala tipu daya akan hidup yang begitu banyak cobaan ujian.

Impian seperti apakah yang sebenarnya aku ingin ketika aku masih kecil dulu, berharap menjalani kehidupan yang tenang atau ingin menjalani hidup yang indah. Mendambakan perut yang kenyang atau mendambakan kasih sayang oleh orang-orang yang kita cintai?

Aku merasa turut berduka dengan hidupku yang sekarang yang tidak dapat aku lanjutkan, walaupun sedikit terlambat merasa berduka atas impian-impian yang belum dapat terlaksana dan berubah menjadi gelembung-gelembung melayang terbang ke atas langit.

Apakah yang masih melekat dalam ingatan dan yang hilang dalam ingatan, tidak ada yang sanggup di lakukan apapun lagi karena aku telah mati. Hari ini aku memanjatkan do'a kepada kalian yang masih hidup! Semoga kalian jangan sampai menghadapi badai yang menerpa, jangan mengalami kejadian yang lebih berat dari yang mereka sanggup pikul, sekalipun akan terasa membosankan, semoga kalian memiliki kehidupan yang tenang. 
Aku juga berdo'a, jika harus melalui kehidupan yang berat semoga kalian bisa melaluinya dan melangkahkan kaki ke depan. Semoga kalian hidup sesuai dengan apa yang diimpikan.

Bagaikan sesuatu yang tidak penting, bagaikan tidak pernah terjadi sesuatu apapun, sebenarnya ingin berteriak sekeras-keras nya, sebenarnya ingin rasanya berlari. Jika berteriak apakah akan ada yang mendengar? jika berlari apakah ada seseorang yang mengejar seperti dulu? Ketidakberuntungan aku dalam ini kehidupan, oh mengapa hidupku begitu singkat. Aku mengarahkan segala dan upaya untuk kehidupan ini, namun itu semua tidak berarti lagi saat kita mati.

Kehidupan telah mengajarkan satu hal padaku, pelajaran yang bukanlah selama ini terpikirkan olehku yaitu akhir yang bahagia hanya terjadi di Film, tidak akan terjadi dalam kehidupan nyata. Tuhan akan selalu mengujimu selalu dalam kehidupan ini. Akhir bahagia hanya bisa kau dapatkan setelah kematianmu dan bisa bertemu dengan Tuhan dan menghadap kepadanya di surga.

Komentar

Postingan Populer