S৳öćkhòlm - Welcome City of S৳öćkhòlm
Remember all the things we wanted
Now all our memories, they're haunted
We were always meant to say goodbye
Even with our fists held high
It never would've worked out right, yeah
We were never meant for do or die.
been searching for you
I heard a cry within my soul
I never had a yearning quite like this before
Now that you are walking right through my door
All of my life
Where have you been
I wonder if I'll ever see you again
And if that day comes
I know we could win
I know we could together again
But only time stopped we all from this
I wonder if I'll ever see you again
Pada sebuah kota besar bernama S৳öćkhòlm, aku di takdirkan untuk bekerja magang. Kebanyakan dari waktu-waktu yang membahagiakan, ku habiskan di kota itu. Nasib malang yang menimpaku yang menyebabkanku berkelana jauh sekali dari teman-teman dan kerabatku, di khianati oleh impian sendiri, matanya berkilau seperti permata, aku mengira dia adalah takdirku, rambutnya terjuntai melewati bahunya, terikat sampai mati hingga Vania telah menjadi tulang-belulang.
Dia cantik Iya cantik dan cinta nya setulus rembulan yang menyinari siapa saja yang membutuhkan, cintanya merampas akalku, melakukan semua pengkhianatan dari logika tanpa apa pun selain tatapan. Badai berkecamuk di cakrawala, kerinduan, sakit hati, dan nafsu. Dia selalu membawa kebahagiaan setiap aku bertemu dengannya.
Katakanlah sayang, katakan sayang bagaimana cinta itu adil tapi beginilah ceritanya, dia meluluhkan dan menghancurkan aku kembali dengan ciuman manisnya, kecantikan nya menarikku untuk lebih dekat. Gairah di malam yang gelap dan lembab, langit merah saat fajar memberi peringatan. Bodoh, sebaiknya aku harus bagaimana.
Denganmu aku lemah sayang dan aku ingin terima hukumanku, menebus dosaku padamu karena saat kau sakit aku tidak ada di sampingmu. Rasa penyesalan yang selalu membekas dalam ingatanku selamanya tanpa bisa aku lupakan dan aku berharap kota baru ini akan mengubah segalanya terutama tentangmu, aku berharap iya karena aku ingin melupakan segalanya yang menyedihkan di masa lalu.
Sebenarnya aku hanya ingin jauh dari kota tempat tinggal, yang menyebabkanku pergi sejauh mungkin dari rumah karena sesuatu yang hilang dari duniaku. Di kota ini aku hanya ingin memulai sesuatu yang baru, sesuatu yang menyibukkan hingga membuat aku lupa tentang semuanya.
Aku hanya ingin bertemu dengan seseorang yang baru, seseorang yang membuat aku lupa tentang masa laluku yang ingin aku lupakan.
Sekarang telah tiba saatnya. Aku telah meminta izin untuk berangkat mengapai cita-citaku, meninggalkan lingkungan familiar bukan hal yang mudah, melepaskan keterikatan dengan orang-orang yang menyayangiku juga bukan perkara gampang. Apalagi pergi dari kenangan, itu hal yang mustahil. Namun. Biarlah aku mencoba. Biarlah sebuah perjalanan mengajarkan tentang apa yang namanya kerinduan. Biarlah sebuah petualangan memperkenalkan dengan orang-orang yang baru. Jika aku berhasil, aku punya cerita manis yang aku bisa sampaikan kepadamu sayang. Namun jika gagal setidaknya aku telah mencoba.
Ku dengar manusia sebelum mati, akan melihat kilas balik ingatan masa lalunya. Aku pernah merasakan itu tapi hanya sekilas yang aku ingat kemudian aku sadar bahwa aku masih disini sendiri dan menyadari aku masih hidup dan bernafas. Waktu kematianku kian dekat yang selalu membayangiku dimanapun aku berada.
Alasan mengapa luka tidak hilang saat coba melupakan karena melupakan sama dengan mengingatnya kembali. Seperti warna film kuno yang memudar, kuingin memastikan saat ini ataupun di lain waktu. Tentang cahaya dari tangis dan tawa yang kita rasakan secara singkat, aku yakin ada ingatan yang terhubung disana dan kupercaya akan ada seseorang yang dapat menemukannya bahkan sampai saat ini.
Setelah merelakanmu aku menyadari aku tak sendirian dan yang tertinggal pada diriku hanyalah sayap yang patah. Dari saat aku dilahirkan sampai aku mati aku bertanya apa yang ingin kau capai? Apa yang akan kau bawa pulang untuk mati? Waktu yang bermanfaat kah yang akan kau lakukan di dunia ini? Dan semoga kita dimatikan oleh Allah SWT dalam keadaan beragama islam.
Mencari sebuah awal dan mencari sebuah akhir, aku hanya bisa memikirkannya dan terus berjalan. Dimanapun tempatnya mungkin akan sama, jika memang harus berhenti itu tidak masalah. Jika memang sudah berakhir kebahagian itu, aku hanya berkata " jadi ini sudah berakhir."
Tapi meski begitu kali ini akhirnya kudapatkan jawabannya. Semua hari-hari yang telah berlalu dan aku akan mencoba bangkit setiap hari melepaskan dari rasa sakit perpisahan demi bisa bertahan hidup di dunia ini terlahir hanya untuk mati. Begitulah siklus kehidupan.
Membuka mataku, aku ucapkan salam kepada jam yang terus berdetak. Dan kepada kota baruku, disini mungkin aku akan berkeliling dan menemui sesuatu yang baru dari hidupku. Terlalu jauh memang untuk memulai, berusaha membuka hatiku setelah dihancurkan. Aku sebenarnya tidak cukup berani untuk terus bernafas tetapi aku masih mencoba. Aku tidak tahu mengapa aku bertahan hidup di dunia ini dan berjuang untuk siapa..
Jikalau ada yang bertanya: apakah keinginanmu dari kehidupan ini, wahai lelaki? Maka, biarlah mereka tahu kalau cita-citaku adalah dapat melupakan apa yang telah berlalu dan menemukan sesuatu yang baru di kota ini, ditempat aku berdiri sekarang ini. Hanya mereka yang haus penuh kerelaan hatilah yang bisa mendapatkan kelegaan hati itu.
Puisi kehidupan yang digubah dengan makna kepedihan, penderitaan, dan susahnya kehidupan. Makna yang mengalir
dengan penyesalan. Demikianlah keduanya, Perpisahan dan Kekalahan. Mereka hidup berkembang dalam kepedihan, kesendirian, kesulitan, penderitaan, linangan air mata, penyesalan, ketakutan, serta dalam sunyi dan gelap gulitanya malam. Cukup lama mereka berdua hidup seorang diri dalam keadaan seperti ini.
Kita semua punya emosi yang kita tekan yang tidak bisa kita bagi dengan siapa pun yang tak bisa kita keluarkan atau bicarakan bahkan kepada diri sendiri kita semua mengalaminya dan hal itu dapat memicu sebuah masalah kesehatan.
Semua emosi yang tertekan, bagaimana menggambarkan nya seperti air yang selalu menemukan celah pada bebatuan emosi ini akan menemukan celah pada kehidupan kita.
Pada suatu ketika dalam hidup kita kita terkadang merasa buntu secara emosional, kita mungkin tidak tahu bagaimana mengekspresikannya. Kita semua menekan emosi karena berbagai alasan pada suatu masa salam hidup kita. Seolah perasaan kita telah terpenjara dan tidak ingin dibebaskan, kegelisahan semakin membesar dalam diri kita. Kemudian tidak hanya hubungan kita dengan orang lain, kesehatan kita pun terpengaruh.
Emosi ini perlu dan berguna. Kita harus membiarkan diri kita mengalami semua perasaan dan emosi kita. Emosi adalah jambatan yang memungkinkan kau, aku kita semua untuk mengetahui siapa diri kita dan memahami apa yang kita inginkan, menekan emosi menciptakan beban bagi diri kita sendiri. Terkadang, beban emosi ini begitu berat hingga kita tidak mampu memikulnya.
Jika ada sesuatu, katakan saja dan kita menangis bersama, aku menangis saat mimpiku gagal, aku menangis saat kita harus terpisah jutaan kilometer jauhnya, aku menangis saat kau pergi, jika ada yang perlu ditangisi katakan saja. Tak bisakah kita hidup damai? Selama hidup kita yang pendek ini. Ayah pernah bilang kita hanya damai di alam kubur, yang mana disana tak akan ada lagi ujian hidup tapi hanyalah sebuah penyesalan, benarkah? Jika benar, rasa sabar yang seperti apa kita bisa menjalani semua kerumitan dunia ini. Aku berharap segalanya akan menjadi lebih baik pada akhirnya hingga maut yang membahagiakan menanti kita.
Komentar
Posting Komentar