S৳öćkhòlm - The Reminder Me
Every day starts with the memory of a loved one approaching my birthday, reminding me of lost things, longing for you, adventures that we have made, although we had little, but I really missed it. You find the words, to express my longing for you, it was before the silence became unbearable, before death came to take me at an unknown time.
I know I must forget you and go on
I can't hold back my tears too long
Though life won't be the same
I've got to take the blame
And find the strength I need to let you go
Just walk away
Just say goodbye
Don't turn around now you may see me cry
I mustn't fall apart
Or show my broken heart
Or the love I feel for you
Everytime I try to fly,
I fall without my wings,
I feel so small.
I guess I need you baby.
And everytime
I sleep your in my dreams,
I see your face, it's haunting me.
I guess I need you baby.
Setiap hari melepaskan diri dari segala sesuatu yang tidak bisa di buka oleh kenangan yang indah bak ubah dihancurkan menjadi serpihan-serpihan kaca yang tak akan pernah menjadi seperti awal lagi.
Aku sebenarnya tidak cukup berani untuk terus bernafas tetapi aku masih mencoba. Aku tidak tahu aku bertahan hidup di dunia ini berjuang untuk siapa, semua nampak memudar bagiku untuk terus bertahan di dunia yang menyakitkan ini.
Kamu tahu apa yang orang takutkan? Kehilangan matahari yang telah menyinariku selama ini. Cahayanya memudar dan tidak bisa melihat matahari yang indah lagi. Pasti lebih baik jika aku tidak pernah melihatnya, aku tahu kehangatan saat dia memelukku, aku tahu dia selalu mendatangkan kebahagian saat aku bersamanya dan melihat senyumnya yang hangat dan aku merindukan itu semua Vania.
Aku tahu caranya agar kau merasa dekat denganmu, Aku menutup mata, membayangkan sebelum kau pergi dari sisiku selamanya dan aku ingat aromanya, tangannya yang lembut saat menyentuhku dan betapa bahagianya aku saat dia menyebut namaku. Aku merasa kita masih dekat sedekat saat tangan kita bersentuhan dan aku tahu kau pasti masih melihaku dimanapun kamu berada sekarang.
Melangkah di batuan yang terjal dan membawa ribuan mimpi, aku menatap ke atas langit yang bertaburan bintang. Saat aku palingkan wajahku ke bumi yang kulihat adalah pecahan mimpi mengalir perlahan bersama luka jiwaku.
Jika aku tinggal denganmu kita mungkin masih memiliki kehidupan yang indah di bumi ini, jika aku memilih salah
Aku tidak peduli sama sekali. Jika aku kalah sekarang, tapi aku memang terlambat. Hanya itu yang kuinginkan. Aku terlambat untuk memiliki kebahagianku sendiri karena ya semua sudah tidak mungkin untuk bersatu.
Sekarang kita perlu beberapa waktu untuk melupakan karena aku merasa untukmu dan aku ingin berubah
Tumbuh sendirian, tampaknya begitu singkat
Aku tidak bisa menjelaskan aku sendirian di kota ini tanpa siapapun karena aku ingin belajar bagaimana rasanya hidup sendirian.
Apapun yang terjadi di masa depan, percayalah pada takdir. Jangan mencoba untuk membuat apa pun, bahkan ketika aku merasa lelah dan ingin mati. Kesabaran apa yang seharusnya aku miliki untuk hidup di dunia ini.
Aku tidak peduli sama sekali, aku tersesat
Aku tidak peduli sama sekali. Kehilangan waktu saya, hidup saya sedang berlangsung.
Aku akan begitu kuat, mencari versi baru dari diriku sendiri karena sekarang yang kuinginkan adalah menjadi bagian dari dunia baruku.
Mengapa tidak memiliki semuanya? Aku sendirian.
Aku tidak peduli sama sekali. Kehilangan waktuku, hidupku sedang berlangsung.
Begitu banyak waktu yang terbuang, melihat akan kekejaman dunia dan bagaimana kita dapat menemukan kebahagian di dalam dunia yang penuh cobaan ini.
Malaikat di sampingku mencatat setiap perbuatan dosaku, aku tidak ingin menjadi bagian dari dosa-dosa ini. Mata yang selalu melihat akan kengerian dunia, tangan yang selalu menunjuk.
Aku tidak ingin hidup selamanya di dunia ini, dimana di dalamnya hanya ada tipu jahat dan kekejaman yang terus merajalela.
Aku akan terus berlari jika ada sebuah kesempatan untuk mengubah hidup ini, aku tidak ingin kehilangan harapan ini adalah waktuku sekarang.
Inilah aku dan yang bukan aku dan semua impianku, ini adalah bagian dari semua hidupku. Saat aku katakan semuanya dan kau putuskan pendapatmu tentang diriku. Aku tak Ingin menjadi rumit, aku tak pernah begitu menunggu selama ini tetapi aku mesti harus percaya.
Ini cuma suara kecil dan jika kau mendengarkan, kadang suara kecil bisa ungkapan hal yang besar.
Aku merasakannya di nadiku, mendapatkan pengalaman berat di kota tempat tinggalku. Menghadapi patah hati membebaniku seperti batu. Dan aku berhatap ada sesuatu yang indah sedang menunggu di kota yang indah ini, aku sangat mengharapkan itu.
Aku harus menghadapi semua ketakutanku, ku periksa dan berpikir. Bagaimana aku bisa bertahan selama ini, ketakutanku pernah membuatku lumpuh. Ketakutan itu kini tinggal di hatiku, kuhabiskan terlalu banyak waktu, menyia-nyiakan masa mudaku.
Lihat aku saat aku berhasil melalui rasa takutku tak lagi melarikan diri, suatu hari aku akan kembali ke kota kita.
Belakangan ini sulit bernafas, sejak aku memikirkan untuk kembali ke kota kita dan aku merindukan tempat kita berteduh saat ada hujan. Maukah kau mampir ke dalam mimpiku untuk malam ini saja,
Aku tak mau menghilang, suatu hari aku amat sedih dan dunia dingin, aku merasakan bahagia ketika aku memikirkanmu.
Segagah-gagahnya aku berdiri, sejauh apapun aku telah melangkah, membaca surat terakhirmu itu menyesakkan hatiku dan akhirnya membuat aku goyah.
Melihat bagaimana besarnya kau mencintaiku tapi kita hanya bisa bersama untuk sesaat tidak untuk selamanya. Aku benar-benar lelah untuk terus hidup di dunia ini, memang apakah sabar itu tidak ada batasnya. Aku ingin menyerah tapi aku takut Tuhan akan membenciku.
Aku dulu pernah percaya kau akan disini bersamaku selamanya namun akhirnya kau pergi juga. Kematian memang adalah pemisah yang kejam dari kehidupan ini, meski di ingatanku kau selalu hadir menemani tapi itu hanya kenangan, ya kenangan yang sangat menyakitkan bukan membahagiakan. Takdir Tuhan memang menyakitkan atau kah ini memang yang baik. I don't know but Aku percaya Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik.
Kau baik,
Kau mengajarkan apa itu kebahagian,
Kau mengajarkan kesabaran,
Kau mengajarkan kedewasaan,
Kau mengajarkan aku untuk terus menikmati kehidupan yang tersisa tapi tidak, kau tidak pernah mengajarkan aku untuk hidup tanpamu setelah kepergianmu.
Kenapa harus kamu sayang? Kenapa senyummu terasa begitu membahagiakan? Kenapa kehadirananmu membuat aku terasa bisa menikmati hidupku tapi mengapa kita tidak di takdirkan untuk hidup bersama selamanya Vania? Apakah aku salah jatuh cinta kepadamu? Sehingga Tuhan mengambilnya? Atau karena aku mencintaimu terlalu dalam dan Tuhanpun cemburu kemudian dia mengambil kamu dariku agar aku kembali mengingat-Nya, sungguh maafkan aku Tuhan jika aku sering kali mengabaikanmu. Kini aku akan kembali padamu, terima kasih karena mengingatkan diriku yang penuh dosa-dosa ini.
Komentar
Posting Komentar