S৳öćkhòlm - Canvas of Life
Sin ti (Without You) - Lara Fabian
Without this hug when I wake up
Without your gestutres when you talk, without your complicity. Without your impossible plans, without your love and what if left of this pain, what will I do
with this wounded heart?
Without your paper promises
Without a sip of your love getting me drunk
Without a kiss over the kiss I gave you
Your body getting me used to you
What will I do with this broken heart
Without the dreams we released so they could fly
The randomly written pages
What will I do if you're no longer with me
How can I live without you
Teach to open the sky again
I can't live without you
I drown in the gulp of each memory
And tell me, what will I do without you
I need your love to love
Without the moments of passion
And the evening in silence breathing in the sea
Without your eyes on my eyes again
My hands that fall apart waiting for your skin
Calming down this wounded heart
Without your moon each night, without your voice
Without anything as sure as your farewell, what will I do?
If I can no longer be without you
How will I live without you?
Teach me to open the sky again
I can't live without you
I drown in the gulp of each memory
Tell me, what will I do without you
I need your craziness
Make room for me in your tenderness
And tell how to live without you
Teach me to open the sky again
I can't live without you
I drown in the gulp of each memory
And tell me, what will I do without you?
I need you to come back with me
And tell me, what will I do without you?
I need your love to live
Selamat pagi senin, mataku yang tak berkedip menatap tulisan di laptop yang ada di depanku, laptop ini tersambung dengan komputer tempat aku bekerja di kantor. Hari minggu aku tetap bekerja karena banyak pekerjaan di kantor yang tidak dapat di selesaikan meskipun aku masih lembur. Begitulah seharusnya dilakukan meskipun aku hanya karyawan magang aku mendapatkan $500 perbulan, kalo hidup di Indonesia itu lebih dari cukup tapi jika di stockholm aku masih perlu berhemat untuk segala kebutuhan yang mendesak tapi meski begitu aku bersyukur bisa bekerja dan tinggal disini karena jauh dari kota tempat aku tinggal yang sudah lama ingin aku tinggalkan.
Pagi yang sangat dingin disini membuat aku harus meminum teh panas untuk menghangatkan tubuhku yang kedinginan. Sendirian di kota ini tapi itu tidak aku masih mempunyai teman baru sekarang sekaligus partner kerjaku di kantor dia bernama Anatasya. Dia adalah partner dan teman kerjaku di kantor dan tempat aku bertanya jika aku tidak paham jika ada masalah pekerjaan di kantor.
Kebanyakan warga disini berbicara sehari-hari biasanya dengan bahasa Swedia dan itu membuat aku tidak banyak bercakap dengan orang-orang disini selain di kantor. Aku membutuhkan untuk belajar dan les bahasa Swedia untuk dapat berbicara dengan mereka. Biasanya warga disini hanya berbicara bahasa Inggris di kantor dan itupun hanya menyapa dan percakapan basa-basi lainnya atau urusan pekerjaan jika denganku. Tapi aku memiliki satu teman sekarang Anatasya, dia mau berbicara dengan bahasa inggris ketika denganku.
" Lev kamu mesti mengikuti les jika ingin cepat beradaptasi disini kata Anatasya atau aku tidak ingin berbicara bahasa Inggris denganmu lagi. " Sambil senyum jahat Anatasya yang cantik
" iya nanti aku akan belajar kok, tapi aku rasa itu sulit, untuk membaca tulisan nya saja aku susah haha "
" pokoknya kamu harus belajar ya Lev, " Anatasya memohon.
" iya baiklah akan aku coba ya. " kataku
" nah gitu dong Lev hehe."
Aku lupa mengenalkan Anatasya, dia berasal dari kota Stockholm ya kota disini juga dan dia dua tahun lebih muda dariku tapi kalo di kantor aku tetap harus menghormatinya karena dia bagiku lebih senior dan tempat aku bertanya jika aku tidak paham. Bagi yang mengenal Anatasya dia baik tapi bagi yang kurang mengenalnya dia cuek kepada orang-orang, dia cantik dengan mata birunya dan mempunyai rambut hitam yang mengkilat, tingginya 170 cm, aku rasa itu saja yang dapat aku kenalkan tapi kami akan berencana untuk traveling di akhir pekan jika tidak mempunyai waktu sibuk dalam pekerjaan.
Menjelang bulan ramadhan inilah ujian yang sesungguhnya bagiku aku harus membiasakan berpuasa di tengah-tengah dengan mereka yang tidak berpuasa, ini sungguh berbeda dengan Indonesia yang mayoritas muslim tapi aku salut dengan orang-orang disini apalagi dengan Anatasya ketika aku berpuasa dia tidak menawariku untuk makan siang lagi, ya begitulah cara orang-orang yang baik. Tuhan selalu mempertemukan aku dengan orang yang baik.
Tidak aku sangka waktu disini berjalan dengan cepat, di bulan keempat ini aku masih membiasakan diri di tempat yang baru dengan segala perubahan dalam suasana hatiku, aku membutuhkan waktu, sedikit atau banyak aku tidak tahu, biarlah waktu yg menjawab itu semua. Aku harap semua akan berjalan baik-baik saja hingga hati ini dapat kembali mencintai seseorang yang baru lagi dengan yang akan menjadi takdirku. Sesuatu itu apakah bisa terjadi lagi padaku, entahlah semoga saja waktu masih berpihak kepadaku. Menjalani kehidupan yang baru di kota yang baru ini aku merasa menikmatinya tapi sekaligus merasa kesepian tanpa keluarga dan kerabat serta teman-temanku.
" hi Lev apa yang kau lakukan di taman ini sendirian saja" Anatasya datang dengan mengendap-ngendap dari belakang.
" aku hanya duduk saja disini sambil menunggu waktu buka puasa tiba"
" wah bolehkah aku duduk disini bersamamu?"
" boleh, silahkan.
" bagaimana puasamu hari ini Lev? Apakah kamu melamunkan tentang makanan atau kamu sudah merasa Lapar? " Anatasya tertawa sambil meledekku
" Tidak lah haha aku hanya menikmati suasana menyenangkan di taman ini, aku berpikir dan tidak menyangka aku bisa berada disini.
" ya baguslah jika kau merasa nyaman disini, semoga betah ya di kotaku lev" kata Anatasya
" iya semoga aja ya hehe.
Musik Klasik selalu menjadi tempat aku berpulang saat semua percakapan dalam otak tak mau diam. Musik Klasik bisa menghentikan waktu yang berjalan dalam tiktok yang cepat dan melarung risau ke dalam aliran melodinya, membawa efek seperti heroin yang melambungkan ke tingkat paling tinggi ketenangan yang pernah aku rasakan, dengan musik ini mampu menenangkan hatiku dan musik juga bisa membawaku ke dalam kehidupan masa lalu. Ya musik adalah segalanya bagiku.
Setelah tidak ada lagi perbincangan dengan Anatasya, kami mendengarkan musik klasik tapi dengan bahasa inggris agar aku bisa mudah mengerti.
Musik klasik adalah teman tidurku di tengah bising kota, aku mesti menyumpal telingaku dengan headset untuk bisa tidur agar telingaku tidak mendengar suara yang lainnya hanya mendengar musik yang di lantunkan hpku.
Anatasya juga menyukai hal yang sama dengan yang aku suka, menjadikan musik sebagai rumah yang paling sempurna. Ditambah lagi buku-buku yang pernah ia baca. Literatur klasik juga berisi kisah yang biasa saja dibandingkan literatur masa kini yang kisah cintanya penuh drama yang bisa mengaduk emosi pembacanya dengan mudah dan universal. Tak jarang para pembaca yang tak pernah membaca kisah klasik akan menyerah di sepuluh halaman pertama.
Namun, bagi penyuka literatur klasik, kesederhanaan kisah yang tertuang dalam literasi sempurna menjadikan buku-buku itu seperti padang hijau di tengah gurun, seperti hujan pertama setelah kemarau panjang, seperti musim semi setelah musim dingin, seperti air yang puaskan dahaga sang musafir, seperti pelukan Papa, seperti pelukan Mama, seperti nyanyian mockingbird, seperti musik klasik, seperti debar yang aku rasakan saat bersama Anatasya...
Aku tak pernah meminta sosok pendamping seperti vania, cukup dia yg setia menemani hidupku dalam bahagia atau sedih. Andai aku bisa bertemu dengan dia yang seperti itu aku akan menjaganya dan membawa dia ke makam vania, agar vania dapat tenang di tempat sana tanpa harus mengkhawatirkan aku yang masih hidup di dunia ini.
Bertemu seseorang dalam hidup, merupakan suatu hal yang paling menakjubkan, seseorang itu datang dengan masa lalunya masa sekarang dan masa depannya. Karena seluruh hidup seseorang datang menghampiri hati yang rapuh atau mungkin saja hatinya sudah terluka. Hari itu pun juga akhirnya datang, kita yang sama-sama rapuh membentuk ikatan yang dapat menyatukan keterikatan kebersamaan.
Aku ingin tahu jalan apa yang sudah dilalui hatimu dan alasan hatiku sakit sekali, saat aku mengetahui jalan yang di lalui hatinya bukanlah karena cemburu atau frustasi. Impianku mencintai seseorang yang mengakhiri cintamu tanpa perlu mencari nya lagi, agak sedikit memilukan. Bertemu seseorang dalam hidup, merupakan suatu hal yang paling menakjubkan itu karena seluruh hidup seseorang itu datang menghampiri hati yang rapuh atau mungkin hatinya sudah terluka.
Perjalanan panjang ini terasa sungguh melelahkan, mendekati bulan ramadhan aku merindukan rumah, aku merindukan suasana kotaku di bulan ramadhan. Namun kali ini terasa berbeda aku berada dikota asing ini berjalan sendirian tanpa tujuan, menunggu buka puasa tiba terasa melelahkan emang atau karena aku yang masih belum terbiasa dengan tempat ini atau aku memang masih terikat di kehidupan masa lalu yang tak bisa aku tinggalkan di kehidupan sekarang ini. Bagaimanapun pada akhirnya beberapa waktu aku memang merindukannya, merindukan tempat aku berada pada saat aku kecil. Rasanya aku masih mampu mengingat itu semua, yah kenangan selalu datang secara tiba-tiba saat aku melamun.
Mampukah kau masih bertahan jika kau diuji sepertiku. Mampukah kau masih berjalan hanya dengan kenangan dan senyum yang di paksakan. Mimpi yang hilang kini aku harus merajutnya kembali meski berteman dengan rindu. Kita berdua yang pernah menaklukan dunia tapi akhirnya di taklukan oleh dunia. Janji-janji yang tidak pernah bisa kita tepati itu aku pikir masih menggangguku, janji tentang pernikahan dan hidup menua bersama hingga maut memisahkan.
Aku merasa jika hidup ini tidak adil bahkan kejam, tapi jika dilihat dari bagaimanapun begitulah seharusnya dalam hidup. Akan selalu ada ujian dari Tuhan sampai kita mati, ya untuk itulah tujuan kita hidup di dunia yang menyedihkan ini. Kita hanya harus kuat, kuat, menghadapi itu semua. Salahkah jika aku ingin terus bersamamu tapi tanpa restunya kemudian kita terpisahkan oleh maut dan pada akhinya hubungan ini memang tak pernah bisa dipaksakan. Padahal aku selalu berdoa untuk hubungan kita tapi tanpa restunya kita tak mungkin bisa bersama. Kita hanyalah dua orang yang tak mungkin bisa bersatu tanpa restu dan takdirnya. Oh Tuhan mungkinkah aku yang bersalah dalam hubungan ini karena aku mencintainya terlalu dalam melebihi cintaku padamu, oh sungguh maafkanlah diriku ini Tuhan, aku tak pernah bermaksud seperti itu padahal Engkaulah yg selalu ada dalam hati dan pikiranku.
Lagipula melewati hidup ini adalah pertama kalinya bagi diriku dan semua orang. Yang mana kau hanya punya satu kesempatan, jika kau telah mati maka kau tidak akan bisa kembali lagi menjalani hari-harimu yang penuh dengan ujian. Terkadang keluargamu pun bisa jadi, orang yang paling dekat denganmu akan pergi lebih dulu, semua itu terserah Tuhan yang mana Dia ingin mengambil keputusan, karena kita hanyalah makhluk-Nya yang lemah.
Ketika aku memutuskan mewujudkan impianku, kukira hidupku akan di mudahkan layaknya berjalan di karpet dengan bulu alpaca atau terbang layaknya burung yang bisa terbang bebas kemanapun tapi sepertinya aku mesti berjalan melewati terowongan gelap tapi tak aku sangka akan segelap ini, tak aku sangka akan menjadi sehampa ini, tak aku sangka semenyedihkan ini, semua begitu gelap, gelap dan gelap. Aku menghembus nafas berkali-kali hingga akhirnya aku jatuh tertidur di kegelapan ini dan ketika aku terbangun kegelapan ini masih sama saja hingga akhirnya aku meneruskan perjalanan menuju cahaya entah sampai kapan yang pasti aku hanya bisa berhenti berjalan ketika Tuhan mengambilku dari dunia ini dan akhirnya aku pun telah tiada dalam keabadian.
Dialah orang pertama yang berkata bahwa dia membutuhkanku, dunia tidak akan menjadi tempat yang lebih baik, maka otomatis hidupku juga tidak akan menjadi lebih baik, aku seharusnya tidak menantikan masa depan yang lebih baik aku hanya mesti berdoa untuk yang terbaik dari hidupku kepada Tuhan. Aku mungkin seharusnya hidup untuk menghindari hal yang terburuk yang mungkin terjadi esok hari.
Kau tidak menikahi seseorang untuk cinta lagi, begitulah bagi sebagian orang, orang cuma menikah jika membawa keuntungan daripada harus melajang. Beberapa orang bahkan menikah hanya untuk teman untuk berdua mengarungi kehidupan yang penuh cobaan ini tapi itu juga bagus setidaknya kita tidak sendirian dalam kehampaan hidup ini.
Impian seperti apakah yang sebenarnya aku ingin ketika aku masih kecil dulu, berharap menjalani kehidupan yang tenang atau ingin menjalani hidup yang indah. Mendambakan perut yang kenyang atau mendambakan kasih sayang? Aku merasa turut berduka dengan hidupku yang sekarang yang tidak dapat aku lanjutkan, walaupun sedikit terlambat merasa berduka atas impian-impian yang belum dapat terlaksana dan berubah menjadi gelembung-gelembung melayang terbang ke atas langit. Apakah yang masih melekat dalam ingatan dan yang hilang dalam ingatan. Hari ini aku memanjatkan do'a kepada kalian yang masih hidup atau yang menjalani hari-hari yang berat! Semoga kalian jangan sampai menghadapi badai yang menerpa, jangan mengalami kejadian yang lebih berat dari yang mereka sanggup pikul, sekalipun akan terasa membosankan, semoga kalian memiliki kehidupan yang tenang dan kebahagian akan selalu datang untuk kalian.
Aku juga berdo'a, jika harus melalui kehidupan yang berat semoga kalian bisa melaluinya dan melangkahkan kaki ke depan. Semoga kalian hidup sesuai dengan apa yang diimpikan.
Komentar
Posting Komentar