The Last Dance - Looking For Your Happiness
Winter has come for me, can't carry on.
The Chains to my life are strong but soon they'll be gone.
I'll spread my wings one more time.
Is it a dream? All the ones I have loved calling out my name. The sun warms my face. All the days of my life, I see them passing me by.
In my heart I know I can let go. In the end I will find some peace inside. New wings are growing tonight.
As I am soaring I'm one with the wind. I am longing to see you again, it's been so long. We will be together again.
By The Swan Song / Within Temptation
Hei aku datang lagi, kembali ke dunia. Tidak untuk apa. Hanya ingin melihat kembali keluargaku atau mungkin juga kamu. Setelah melihatmu aku pikir kau telah banyak berubah, Matamu yg dulu nampak sendu kini telah agak ada sedikit besinar terang. Aku lega melihatmu sayang, aku senang melihatmu telah kembali pada jalur hidupmu. Aku mendoakan semoga kebahagianmu dapat kembali lagi setelah kehilangan diriku dan kau mempunyai kebahagiaan lebih lagi dibandingkan dari waktu-waktu yang kita pernah kita lalui ketika kita bersama dulu, Aamiin.
Melihatmu bahagia adalah satu hal yang terindah setelah kematianku. Masih jelas teringat pelukanmu yang hangat seakan semua tak mungkin menghilang, seakan dunia ini milik kita berdua, kini hanya kenangan yang telah kita tinggalkan tak bisakah lagi kita bersama seperti dulu lagi. Barangkali tidak tapi aku akan terus mendoakan untuk kebahagianmu sayang, selalu dan setiap waktu sampai aku masih bisa mengingatmu.
Tak ada guna lagi aku kembali ke dunia yang penuh dengan cobaan Ini, aku berada di tempat kita pernah menghabiskan waktu bersama karena aku merindukan tempat yang aku sukai yaitu pantai, selama lebih dua jam aku duduk di tepi pantai ini. Tak sepatah kata pun yang terucap, hanya mataku yang melirik beberapa kenangan yang pernah terjadi disini beberapa tahun silam, tempat ketika dulu aku pernah mengalami manisnya jatuh cinta, bahagia nya ketika seseorang mencintai kita dan rasanya itu luar biasa. Di Pantai ini yang selalu membuatku merasa bahagia ketika itu tapi tidak kali ini, dalam wujudku sebagai roh aku tidak bisa menyentuh apapun lagi dan saat itu sangat menyebalkan.
Aku berusaha menguatkan hati, saat kenangan menyenangkan itu berubah menyedihkan dan mengolok-ngolokku, kenangan yang datang tiba-tiba datang menggetarkan isi hatiku.
Dengan tatapan hampa, ada seorang dalam ingatanku, lelaki yang dulu ingin berjuang bersamaku, manusia itu mengatakan " apapun yang terjadi, aku akan selalu ada menemani dan aku akan setia denganmu tapi jika salah satu dari kita telah mati atau aku yang telah mati kau bebas mencari penggantiku tapi aku berharap dia lebih baik dariku dan dapat memperjuangkanmu lebih baik dari aku. "
Tapi ternyata aku yang lebih dulu mati dan meninggalkan kau seorang diri sungguh maafkan aku sayang dan aku berdoa agar kau dapat menemukan seseorang yang lebih baik dari aku yang dapat menjagamu lebih baik dan menyayangimu lebih baik dari aku.
Begitu kuat cinta kita dulu, cinta dari dua orang manusia yang tersakiti oleh masa lalu kita dan membuat kita saling mengerti bagaimana rasanya tersakiti dan itu menumbuhkan rasa cinta kita yang sangat kuat sekuat akar pohon yang menancap dalam ke bumi. Namun siapa yang bisa menerka. Siapa yang bisa memastikan kapan cinta itu sudah semakin rekat dan akhirnya terpisahkan juga oleh waktu.
Setiap aku kembali ke dunia beberapa waktu aku hanya ingin melihatmu dan melihat bagaimana keadaan orangtuaku. Aku hanya ingin melihat apakah mereka masih merasa kehilanganku atau bahkan masih berduka setelah kematianku. Seandainya aku bisa kembali, aku hanya ingin meredakan kesedihan mereka dan mengatakan bahwa aku disini baik-baik saja. Bahwa aku merasa lebih bahagia ketika aku telah mati karena aku tidak perlu memikirkan tentang masa depanku lagi.
Aku masih ada disini menetap di dunia ini, masih ingin mendengar kabarmu, masih ingin mendengar suaramu. Aku masih di dunia ini, melihatmu dari jauh bersama dia. Pastilah rasa cemburu itu ada tapi bagaimanapun aku tidak berhak bersikap seperti itu karena aku hanya ingin Kau bahagia di dunia sana. Aku senang Lev kau sudah bisa tersenyum atau bahkan tertawa, aku senang wanita yang di sampingmu dapat mengembalikan kebahagianmu yang telah lama hilang, aku bersyukur kau selalu di pertemukan dengan orang-orang yang baik.
Bagaimana mengatakan rasa ikhlas bercampur dengan rasa sakit didalam perasaan ini. Aku yang berwujud roh ternyata bisa cemburu juga saat aku melihatmu bersama dengan yang lain. Bagaimana aku menghentikan perasaan ini saat aku tidak berhak lagi untuk menggapaimu dan memilikimu ya aku masih menginginkan utk bersama dirimu yang tidak bisa aku miliki, hujan turun dengan derasnya mengguyur batu nisanku pada hari ini seolah-olah tahu apa yang kurasa semenjak aku kembali ke bumi dan aku duduk di atasnya mengamati sekitar pemakaman, ya berapa banyak pemakan disini, entahlah sepertinya hampir seratus dan apa yang mereka lakukan sekarang. Apakah mereka punya penyesalan sepertiku terhadap dunia, apakah mereka juga ingin kembali mengganti waktu yang tidak pernah bisa mereka rasakan waktu di dunia. Penyesalan seperti apakah yg ada pada mereka, aku ingin tahu. Tapi bagaimana jika mereka tak punya penyesalan, atau mereka telah bahagian dan ikhlas.
Ya Allah, bisakah engkau memberiku waktu untuk menampakkan diriku kepada mereka agar aku merasa tenang dan bisa beristirahat dengan damai. Hal yang tersulit dan menyedihkan bukanlah ketika aku mati tapi ketika aku mati dan orang-orang bersedih ketika melihatku mati, padahal aku baik-baik saja disini dan bahagia.
Bagaimana aku dapat mengatakan jika aku baik-baik saja jika kita disini tidak dapat melihat satu sama lain. Aku benar-benar tidak tahu dengan cara apa aku dapat menemuimu, ini sungguh berat untuk aku katakan. Andai jika satu hari saja aku bisa kembali menjadi manusia mungkin aku bisa atau tidak perlu sehari, satu jam lebih dari cukup untuk, aku hanya ingin mengatakan semua yang aku ingin karena aku sayang dengan kalian.
Aku rasa dunia yang aku tinggali ini banyak berubah, kenangan-kenangan yang pernah kita habiskan di tempat yg pernah kita singgahi sudah berubah menjadi gedung-gedung tinggi yg menjulang. Entah berapa lama waktu aku telah mati, namun perasaan ini masih ada atau bahkan abadi. Bagaimana mungkin ketika tubuhku telah tersisa tulang belulang, namun perasaan itu tetap masih ada bahkan masih membekas sampai sekarang ini.
Hei lev saat hatimu terluka karenaku ingatlah jika ini memang sudah jalan takdir hidup kita, kita memang di takdirkan bersama tapi hanya untuk sesaat karena memang begitulah hubungan kita. Kita yang pernah bersama namun hanya bisa sebentar. Ya pertemuan kita yang singkat hanyalah sebatas pengisi rasa kesepian yang ada pada diri kita yg pernah di campakkan. Kemudian dari kenangan dan rasa yang terenggut kita telah tau bagaimana rasanya disakiti dan akhirnya kita bersama karena dapat memahami satu sama lain. Begitukah seharusnya.
Berapa banyak waktu yang kita habiskan, entah berapa lama kita habiskan untuk saling mengenal, tentang dirimu, tentang mimpimu, tentang masa lalumu. Sungguh tak berarti itukah semua itu karena hubungan kita yang telah berakhir. Tak berarti kah waktu yang telah banyak kita habiskan bersama karena kita yang telah terpisah.
Satu dari kehidupanmu yang semakin beranjak menuju kedewasaan, tak aku sangka Lev kamu semakin dewasa saja, aku tak menyangka bahwa aku telah mati telah cukup lama. Aku pikir bahwa aku hanya tidur sebentar saja tapi ternyata tidak waktu begitu cepat meninggalkan aku yang tidak bisa tumbuh semakin tua. Ya setelah aku mati dan sampai sekarang jiwaku masih seperti yg lama kapan aku mati meninggalkan tubuhku. Aku sekarang yang tidak bisa menyesali apapun selama aku hidup, tidak ada yang perlu di sesalkan karena apapun yang ada dalam kehidupan duniaku, aku merasa sudah cukup bahagia dengan apapun yang telah tuhan berikan kepadaku. Terima kasih Tuhan atas semua yang telah kau berikan padaku.
Bisakah aku mengulang kembali waktu saat kita pernah bersama saat aku masih berwujud manusia karena aku merindukan saat-saat kita bersama, kini aku yang telah berwujud roh tak bisa menggapaimu atau menyentuhmu, dan tak bis mengharapkan apapun lagi, hanya bisa melihatmu dari kejauhan saat kau bersama dengan yang lain
Hi Lev, begitu damai disini, aku bisa merasakan ketenangan hidupku tanpa memikirkan apapun urusan dunia yang melelahkan dan tidak ada habisnya. Aku mungkin telah mati tapi aku tidak akan pernah melupakan bahwa aku mencintaimu dan kita pernah bersama di suatu tempat yg kita sebut dunia. Sampai jumpa kembali Lev di tahun depan, aku hanya ingin kembali kedunia pada saat ulang tahunku, ya aku masih mampu mengingatnya, begitu juga saat kita merayakan ulang tahunku bersama. Kau yg mengajak aku ke pantai kemudian tak lupa pula kau membawa kue, pada saat itu rasanya tiada kebahagian yg dpt mengalahkan peristiwa itu, sungguh sangat berarti kenangan itu untukku.
Terima kasih Lev karena kehadiranmu adalah sesuatu catatan yang meski aku syukuri dalam hidupku. Kau adalah Belahan jiwaku, kau adalah pelipur laraku, kau selalu ada dalam kesedihan dan kebahagianku. Terima kasih karena telah mencintai dan menyayangiku, aku sebenarnya ingin tetap disini di dunia tapi waktu telah menghentikan kisah kita di dunia, maafkan aku Lev karena tidak bisa menemanimu saat kau sedih tapi di dunia yang berbeda dimana aku bisa melihatmu, aku disini selalu senantiasa mendoakan agar kau selalu diberi keberkahan hidup di dunia dan akhirat serta semoga kebahagian yg telah hilang dan kau temukan kembali, aku selalu mendoakan hal tersebut.
Bagaimana kau memungut benang kehidupanmu yang dulu, bagaimana kau melanjutkan hidup, saat dalam hatimu kau mulai memahami, bahwa tak ada jalan kembali. Ada beberapa hal yang tak bisa disembuhkan waktu, beberapa luka yang begitu dalam yang mulai terasa sakitnya, kini tubuh mengakar dan perlahan sedikit demi sedikit menggerogoti tubuhmu yang kini mulai lemah dan tak berdaya.
Dulu waktu sakit aku pernah mengatakan ini aku ingat dekat dengan kematian, aku ingin berkawan dengan kematian. Aku ingin agar kematian datang pada diriku dan segera membawaku pergi jauh dari tempat ini. Dengan kereta kencana malaikat pencabut nyawa itu mendatangiku dan menyapaku. Hei vania, waktumu telah sampai mari kita pergi ke tempat yg indah dan tidak ada lagi cobaan dan cobaan yang ada hanyalah aroma surga yang akan menantimu.
Halaman terakhir buat kamu Lev,
Levℛyley ku tersayang kau tak bisa selalu bersamaku, kau akan menjadi tokohnya untuk waktu yang lama. Banyak hal yang bisa kau nikmati, inginkan dan lakukan. Aku sudah pergi untuk selamanya, kini bagian cerita hidupku telah usai tapi bagian ceritamu mesti berlanjut.
Aku pulang ya makasih buat selama ini karena menjagaku dan menjaga cinta kita berdua, kamu jangan merindukanku, kamu baik-baik ya di dunia, dan aku berharap kita dapat bertemu lagi di surga nanti.
Tuhanku dia begitu rapuh saat aku pergi, hantarkanlah malaikat penjaga nya karena aku tidak bisa lagi menjaganya, aku hanya bisa melihatnya dari sini tapi tidak bisa memeluknya kapan dia rapuh dan terguncang oleh dunia. Kabulkanlah setiap permintaanya kelak, karena aku mencintainya dan aku ingin dia bahagia meski tanpa aku.
#Vania Larasati.
Komentar
Posting Komentar