The Last Dance - Lovely
Someone is dancing on my grave, sending shiver down my spine. I hear a laugh dan crying from someone and it awake my soul. The wind take the leaves where he wants them to go. His tunes enchan our world, our thoughts and leaves and leaves us frozen.
Then I wake up to see who is dancing on my grave, in this heart of mine! Oh I think it's you I see you praying for me. I'll take you to the promised land you're the one.
Thank Lev for Everything, although I already died you always remember me and come to my grave. Why you still can remember me when I only give sadness for you, sorry Lev I hope you can find happiness and forget our memories.
Back to Nine years ago.....
Namaku Vania Larasati aku lahir di salah satu kota dari provinsi Banjarmasin, kalau dari Banjarmasin sampai ke kotaku ya sekitar hampir beberapa jam, tapi aku sekarang tinggal di Banjarmasin karena urusan kuliah. Aku kuliah di salah satu kampus terkemuka di kota Banjarmasin dan mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Menjadi guru adalah impian dan sekaligus cita-citaku sejak dulu. Dan sekarang meskipun aku berada dalam awal semester aku telah di wajibkan untuk menjadi guru di sekolah dasar City of Garden yang aku tempati sebagai guru honorer disana.
Banyak orang memiliki pekerjaan atau profesi impian. Ada yang ingin menjadi dokter, insinyur, pilot, pekerja kantoran, dancer, koki, programer atau guru dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan aku. Sejak kecil aku bermimpi menjadi guru. Ada banyak alasan yang membuat aku yakin untuk mengejar profesi ini, bahkan hingga saat dewasa bahkan sampai aku kuliah di jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Aku menyukai kuliah di tempat ini sekaligus dapat membuatku lebih dekat dengan impianku dan memperoleh pengetahuan serta keterampilan untuk menjadi seorang guru yang baik dan pintar, aku tidak hanya ingin menjadi guru yang baik saja bagiku itu tidak cukup sebab itu aku ingin menjadi guru yang pintar. Dengan menjadi guru yang pintar aku dapat mengetahui bagaimana cara mengajar murid yang kurang suka belajar menjadi suka belajar, hal ini hanya salah satu contoh saja sebab dengan menjadi guru yang pintar kita dengan mudah memahami situasi dan mengubah cara mengajar kita menjadi lebih menyenangkan dan di sukai oleh murid-murid kita dan tentu nya membuat mereka agar lebih cepat paham dengan pelajaran tersebut.
Alasan pertama aku ingin menjadi guru adalah karena aku menyukai anak kecil dan aku suka melihat mereka tertawa hal itu sangat membuat aku merasa damai dan tenang. Menurutku dengan menjadi guru adalah panggilan jiwa atau panggilan hati. Yang juga bisa berarti perasaan atau antusiasme seseorang terhadap kegiatan atau pekerjaan sehingga ia dapat terus melakukannya tanpa bosan, dengan ikhlas, dan sukarela. Mengajar atau menjadi guru adalah kesukaanku dan pekerjaan yang membuatku tidak merasa bosan sama sekali karena aku menyukai pekerjaan ini. Di dalam diriku ada perasaan menyenangkan saat aku melihat anak kecil dan semangat untuk mengajar mereka. Oleh karena itu, aku bercita-cita menjadi guru.
Alasan yang kedua adalah fitrah aku sebagai seorang wanita. Aku menyadari bahwa sebagai seorang wanita, pada akhirnya aku mempunyai peran untuk mengurus keluarga. Aku harus mengurus suami dan anakku. Aku ingin mengerjakan peran itu dengan sangat baik, namun, di sisi lain aku juga ingin menjadi wanita yang mandiri dengan memiliki pekerjaan.
karena aku memang suka anak-anak dan ingin menjadi pendengar yang baik untuk mereka. Ketika bertemu anak-anak di kelas aku selalu disambut dengan senyum khas yang begitu hangat dan ceria membuat hati terasa tenang. Kadang hanya dengan hal kecil seperti melihat tingkah lucu mereka sudah membuat aku bahagia. Meskipun terkadang ada kalanya aku menahan tangis ketika mendengar cerita pahit hidup mereka. Dan untuk melatih kesabaran. Di dalam kelas aku selalu dipertemukan anak-anak dengan berbagai karakter. Bagiku, ini merupakan sebuah tantangan terbesarku untuk melatih kesabaran.
Aku ingin bekerja, tetapi juga ingin kelak mempunyai banyak waktu untuk mendidik anak-anakku. Aku berpikir bahwa berprofesi sebagai guru bisa mewujudkan keinginan tersebut. Dengan menjadi guru, aku akan mempunyai lebih banyak waktu bersama keluarga daripada bekerja di kantor atau perusahaan swasta.
Selain memungkinkan aku untuk memiliki cukup waktu bersama keluarga, bekerja sebagai guru juga sangat bermanfaat. Aku jadi mengerti ilmu dasar psikologi anak, cara mendidik anak yang baik dan benar, dan lain-lain. Nantinya, semua ilmu itu akan membantuku menjadi orang tua yang bertanggung jawab dalam mendidik anak. Bagiku, itu adalah alasan kuat bahwa guru merupakan profesi sempurna bagi wanita.
Alasan terakhir yang mendorongku untuk berprofesi sebagai guru adalah karena pahala yang “dihasilkan” dari pekerjaan tersebut. Sebagai seorang muslim, aku memercayai sabda Nabi Muhammad saw. “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara (yaitu): amal jariah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak saleh.” (HR Muslim no. 1631)
Salah satu amal yang disebutkan dalam hadis tersebut selaras dengan tugas seorang guru, yaitu mengajarkan ilmu kepada murid-murid. Jika ilmu yang diajarkan kepada murid kemudian diteruskan oleh murid itu kepada orang lain, maka makin banyak pula pahala yang diperoleh guru. Menjadikannya anak saleh akan mengurangi dosa kita di akhirat nanti ketika kita telah mati.
Dan mengatakan menjadi guru adalah impianku, sekaligus profesi yang ingin aku capai di masa depan.
Back to seven years ago....
Kenangan.
Kau mungkin sudah tahu ceritaku, aku yang harus menyerah untuk menjadi seorang guru karena penyakit yang ada di dalam tubuhku semakin menggerogotiku tanpa kenal ampun dan aku menyerah dengan tubuhku bukan menyerah sih tapi nyatanya memang harus seperti itu, hanya sebuah keajaiban yang dapat menyelamatkan hidupku. Hanya tuhan Allah SWT yang mampu mengubah takdirku dan menghilangkan penyakit yang ada dalam tubuhku.
Akan kamu masih mencintaiku jika kamu tahu aku sebentar lagi akan mati, musim panas yang panjang sebagai akhir bulan pengobatan dengan tubuhku yang menentukan apakah dapat bertahan lama atau tidak.
Aku sebenarnya butuh berada dekat dengan air karena aku merasa kepanasan disini, seperti aku menginginkan sesuatu. Dalam keadaan terjaga dan terlelap, aku mendengar suara laut memanggilku, kurasakan suasana laut mampu menentramkan hatiku dan kurasakan damai dalam pikiranku. Aku turun ke pinggir laut dan kupejamkan mataku, menjernihkan pikiranku dan aku mampu mengingat kenangan ribuan hari lamanya.
Lev, aku tahu kau menyukai semangatku untuk menjadi guru dan kau juga mendukungku untuk melakukan itu di masa depan ketika kita menikah nanti kau jelas menyemangatiku saat aku mengisahkan tentang impian aku itu karena katamu,
"Kau ingin menjadi guru ya? Itu bagus dan aku menyukai nya. Kau bisa menjadi guru yang hebat bagi murid-muridmu dan tentu saja untuk anak-anak kita nantinya." Lev mengatakan itu dengan senyum kepadaku
"Iya aku memang ingin seperti itu nantinya, do'akan aku ya Lev semoga aku bisa mewujudkan impian ini!"
"Tentu saja aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu. "
"Makasih ya."
"Iya."
Kau lihat sendiri kan, aku merahasiakan ini. Tidak ada seorang pun yang tahu, sebenarnya waktuku dunia ini tidak banyak lagi. Sulit dipercaya bukan karena aku terlihat sehat sekali. Iya juga bahkan sampai sekarang aku juga masih belum percaya tapi dokter mengatakan sakit ini perlahan-lahan mengambil setiap anggota tubuhku yang berharga hari demi hari.
Saat kami terpisah di antara kota yang jauh, aku ingin menghubunginya tapi tak sanggup, jika aku menghubunginya pasti kami akan mengucapkan perpisahan dan aku tak siap untuk itu. Aku tak siap untuk memberikan kabar yang menyedihkan untuknya bahkan kabar duka, aku sungguh tidak ingin melihat kesedihan yang ada pada hatimu.
Orang lain akan singgah di kehidupan kita, ada yang menjadi kenangan tapi ada yang menjadi bagian dari kita dan itu kita harus siap menerima kekurangan dan kelebihan dari waktu-waktu yang pernah kita habiskan di tempat ini.
Aku seharusnya tahu aku akan pergi sendirian, hanya untuk menunjukkan bahwa darah yang berlumuran di tangan dan hidungku karena sakit ini hanya kenangan yang akan aku tinggalkan. Tapi aku melihatmu di sana terlalu banyak untuk menanggung hidupmu sendiri tapi hidup jauh dari adil apakah aku terlalu mencintaimu atau waktu cinta kita yang telah usai disini?
Apa aku ceroboh untuk tidak mengatakan ini semua? Disaat aku terlihat jelas bagi orang lain bahwa aku telah jatuh cinta yang paling indah yang pernah aku rasakan, aku dapat bertemu dengan kamu Lev, seseorang yang setia dan bertanggung jawab? Namun sayangnya aku tidak pernah bisa berada di sisimu lagi nantinya tapi percayalah aku akan selalu mendoakan kebahagianmu.
Bagiku waktu selalu malam. Aku selalu terbangun di setiap malam dan mendengar bunyi jam yang berdetik, merasa waktu terlalu lama berlalu. Aku menghembus nafas berkali-kali hingga akhirnya aku jatuh tertidur dan bermimpi, bermimpi indah tentang apa saja yang bisa membuatku bahagia dan tentu saja memimpikan masa depan kita ketika bersama yang nyatanya tidak bisa aku raih lagi dengan waktuku yang hanya tersisa sedikit.
Diantara waktu 24 jam sehari, bagiku malam adalah waktu yang menenangkan, ketika orang-orang telah tertidur, bintang-bintang yang mulai bercahaya kemudian menghamburkan sinar dan cahayanya. Ketika penat sehabis bekerja akhirnya mulai mereda ditemani angin sejuk malam yang membuat kita semakin mengantuk dan tertidur kemudian pagi, pagi berarti satu hari yang melelahkan telah berlalu. Pagi, berarti suatu malam yang panjang telah kita lalui tapi tidak bagiku jika satu hari berlalu yang berarti waktuku di dunia semakin menipis dan satu hari lagi sisa waktuku untuk hidup di dunia ini berkurang.
Dalam mimpiku cuaca musim panas yang belum berakhir dan aku berada di pantai, sama seperti orang-orang aku melihat pantai. Aku mengenakan baju terusan hitam dan memakai celana hitam dan kerudung hitam. Di belakangku ada beberapa anak kecil dengan diawasi orang tuanya yang sedang bermain pasir, aku melihat dan menunggu dan merasa iri betapa bahagianya orang tua mereka saat melihat mereka bermain padahal itu mimpiku dan aku sedang menunggu seseorang, menunggunya untuk kembali padaku.
Dan Lev berada disana. Ia sedang berlari diatas pasir untuk menghampiriku, wajahnya penuh dengan kebahagiaan yang muda dan kuat. Ia membawaku ke pelukannya dan kami berciuman, dan mulut kami hangat serta manis seperti madu. Cahaya matahari di cakrawala terasa membakar kami. Tetapi ada sesuatu yang aku butuhkan, sesuatu yang aku cari, aku mencoba untuk mengingatnya.
" Lev, " aku berkata dengan tiba-tiba, " kau harus memenuhi satu permintaan terakhirku. "
Kemudian ia melihat ke arahku dengan lembut kemudian membelai rambutku dan mengatakan " apa yang kau inginkan Vania?"
" aku hanya ingin kau bahagia lev meski itu tanpa aku, bisakah kau berjanji satu hal itu. " aku memohon
" tidak, aku tidak bisa berjanji tentang hal itu tapi aku setidaknya akan mencoba. Kau tahu seberapa aku tidak ingin kehilanganmu Vania? "
" iya aku tahu tapi apa boleh buat, inilah takdir dari hubungan kita dan takdirku yang tidak akan lama hidup di dunia. " kemudian ada air mata yang hangat mengalir ke bawah pipiku.
" kau jangan banyak menangis lagi Vania, sudah banyak air mata yang kau keluarkan. Aku berharap kita dapat bertemu lagi di surga nanti, iya kan. "
" iya semoga saja ya, aamiin.
Saat aku bangun, mimpi itu masih terasa jelas dan hidup seperti sebuah lukisan di pikiranku. Aku melihat pada jam weker kecil di sampingku dan mengerang. Jam tiga pagi, aku hanya hanya ingin kembali tidur, ke dunia mimpiku tempat ciuman Lev terasa nyata.
Mimpi itu. Tiba-tiba aku duduk, duduk dengan tegak, jantungku berdetak sangat cepat. Pikiranku bercampur aduk satu dengan yang lain berusaha memahami mimpi indah yang aku alami, berusaha keras untuk menyimpulkan sesuatu, saat beberapa petikan dari pembicaraan kami yang pernah terlupakan muncul dari beberapa lapisan yang ada dalam pikiranku.
Cinta menguatkan sekaligus melemahkan. Cinta membuat hati setegar karang dan tak jarang menyiksanya seperti tawanan dengan pecut hingga penuh luka-luka berdarah. Tapi, tak ada yang pernah bisa berdiri di tengah kobaran api tanpa terbakar, iya kan? Hanya Nabi Ibrahim yang tidak terbakar dan itu pun atas Kuasa Allah untuk menyuruh Api-Nya untuk menyejukkkan.
Oh Tuhan! Bisakah Engkau memberiku sedikit waktu lagi. Bisakah Engkau mengabulkan permohonanku. Aku ingin menghabiskan hari-hari terakhirku dengan melihat canda tawa dari mereka, orang-orang yang menyayangiku. Kematian terlalu berat bagi yang muda.
Mati pada saat umurku 20 jelas bukan hal baik untukku. Masih banyak mimpi yang ingin aku lakukan padahal. Tapi setidaknya sebelum mati aku mempunyai kenangan yang membahagiakan yaitu tentang kamu.
Apakah kau datang untuk melihat saat-saat terakhirku? Lev tersayang, setelah semua yang kita katakan dulu, aku tidak bisa melanjutkan lagi. Suara-suara dalam kepalaku bertambah parah. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa melanjutkan hidup. Apakah kau ingat saat aku berkata bahwa aku ingin pergi ke pantai dan tidur di atas pasir putih pantai tanpa pernah bangun lagi? Musim panas telah berakhir, tapi udara disini masih begitu panasnya. Aku mempunyai sebuah impian menjadi guru yang baik dan pintar, bagaimana aku bisa melanjutkan mimpi-mimpiku jika aku sebentar lagi akan mati. Selamat tinggal. Maaf aku tidak bisa membuatmu tertawa lagi. Maafkan aku karena telah mengecewakanmu. Maafkan aku karena tidak bisa mewujudkan masa depan yang indah dari hubungan kita. Maaf kita tidak akan pernah bisa menikah Lev. Sekali lagi tak ada yang bisa aku ucapkan selain maaf. Dan selamat tinggal. Lev kau tahu semoga kebahagian akan selalu datang untukmu meskipun kita tidak bersama, aku berharap kau dapat menemukan seseorang yang baik yang dengannya kau menemukan kebahagiaan yang ingin kau rasakan. Bye
#Special dari bulan kematianmu.
Vania = Sorry about us and everything lev, I know you can't forget me but I always pray to Allah for you, I hope your happiness will come, I can see you but you can't see me again because we in other world, yes I already died but I will always pray for you and please Lev leave me alone in peace. My soul will always come to you if you miss me Lev and once again sorry because leave you and make you sad.
Komentar
Posting Komentar