S৳öćkhòlm - I Will Coming Back Anatasya

Making my way downtown walking fast
Faces pass and I'm home bound
Staring blankly ahead just making my way
Making a way through the crowd

And I need you
And I miss you
And now I wonder

If I could fall into the sky
Do you think time would pass me by?
'Cause you know I'd walk a thousand miles
If I could just see you tonight

It's always times like these when I think of you
And I wonder if you ever think of me
'Cause everything's so wrong and I don't belong
Living in your precious memories

A Thousand Miles - Vanessa Carlton


Menjelang musim salju di kota Stockholm aku yang masih disibukkan dengan pekerjaan saat ini karena beberapa sebab dan alasan aku mesti pulang kembali ke Indonesia selama dua minggu lamanya dan dengan sebab itu aku mesti bekerja keras. bekerja siang dan malam untuk menghandle pekerjaanku yang akan tertunda selama dua minggu tersebut.

Saat ini merupakan awal dari minggu menyibukkan. Tak ada tanda matahari akan bersinar pagi ini, beberapa salju sudah mulai memenuhi halaman di depan apartemenku dan cuaca dingin yang aku rasakan membekukanku. Apartemennya bagus, beberapa apartemen punya balkon dan dari atas apartemen aku bisa melihat salju yang mulai berjatuhan ke tanah dan ini lebih dingin daripada yang aku rasakan daripada di kota Manchester dan Dresden. 

Aku menyeret kakiku keluar dan mencoba membuat diriku lebih santai di kamar mandiku yang dingin. Aku berusaha untuk membuat diriku lebih bersemangat pada hari ini, karena aku kurang tidur aku merasa lelah dan ngantuk karena semalaman terjaga, banyak pekerjaan yang harus aku lakukan sebelum ke pulanganku kembali ke Indonesia.

Terkadang aku bertanya-bertanya apa hidupku sia-sia? Aku menyimpan semua hal indah di dalam hatiku lalu kemudian takdir menghancurkan hatiku sampai aku nyaris mati karenanya. Hanya saja, sesuatu di dalam diriku masih sanggup menerima itu, iman itu mampu manarikku untuk bangkit dari hidup ini. Allah selalu menjadi tempat bersandarku dan tempat aku berdo'a kapan aku merasa lelah akan dunia fana ini. 

Ada sekali waktu ketika aku ingin menjadi yang spesial. Aku percaya akan ada waktu khusus untukku bisa bersinar dan hidupku dapat menjadi sesuatu yang aku banggakan. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan berakhir menjadi biasa, tak peduli apapun. Menjadi biasa berarti hidupmu hanya stagnan atau hanya berdiam disatu tempat tanpa ada perubahan.
Jika aku telah bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu kemudian apa yang harus aku lakukan setelah itu.

 Bagaimana jika aku inginkan tidak seperti apa yang aku inginkan kemudian apakah aku harus melepasnya padahal aku telah bekerja keras untuk mendapatkan hal tersebut. Aku bingung aku mesti apa? Aku berpikir, kenapa kita harus berusaha keras? Dihadapan hidup yang singkat ini. jadi bagaimana bisa kita membuat hidup ini lebih berharga? Meski kita tidak tahu apa yang menanti di depan, aku merasa seperti orang yang memiliki keinginan di suatu tempat atau ada sesuatu yang ingin aku lakukan entah apa? 

Masa lalu bisa memabukkan, itu bisa menenggelamkanmu. Menciptakan ilusi segalanya lebih baik, kau lebih bahagia, atau pengalaman yang menyenangkan saat itu. Tapi masa lalu juga bisa melemahkanmu, membuatmu terjebak dalam kenangan pedih, patah hati dan kekecewaan, atau menahanmu dari mencoba mencari kebahagian di lain tempat. Pepatah mengatakan jika tak belajar dari kesalahan, itu akan terulang. Tapi bisakah kita juga belajar untuk melupakan masa lalu, belajar untuk terus maju dan meraih kebahagian.

Saat disibukkan dengan mengemas tas dan koper sebelum aku pulang yang aku lakukan di apartemen ini, kemudian teleponku berdering “Halo?”

“Hai apa kabar, benarkah kau akan pulang Lev?” Anatasya bertanya tiba-tiba

“Baik dan kau? Iya aku akan pulang beberapa minggu lagi, kenapa?” Kataku

“Lumayan. Tidak, itu tidak sepenuhnya benar aku merasa tidak baik-baik saja sekarang. Aku tak tahu kenapa aku jarang bisa bertemu denganmu selain di luar kantor semenjak kecelakaan itu. Kau tahu aku takut menatap matamu dan aku sangat takut jika kau mati pada hari itu mungkin itulah sebabnya yang membuat kita sulit bertemu di luar kantor, maafkan aku Lev, sungguh. Sejujurnya, aku merasa aku telah mencintaimu dan aku takut kehilanganmu. Tapi setelah aku tahu kau akan kembali ke Indonesia meskipun tak lama aku rasa aku akan mencobanya dan mengatakan kepadamu. Dan aku sangat ingin kita bertemu sebelum kamu pulang. Aku harap kau tak keberatan.”

“Dimana kau sekarang Ana?”

“Aku di luar apartemenmu.” 

 Aku melihat Anatasya di luar dengan membawa payung agar tidak terkena salju “Oke tunggulah. Aku akan ke bawah.” 

Beberapa menit kemudian... 

Dan kamipun berpelukan disertai gugusan salju dan yang ada disini dengan latar putih akibat salju yang sudah mulai banyak turun, kami saling memandang satu sama lain. Aku melihat mata biru Anatasya dan kulihat disana air mata kebahagian yang tak bisa dikalahkan oleh apapun lagi.

“Benarkah kau Mencintaiku?” aku kembali menegaskan

“Haruskah aku mengulanginya lagi agar kau percaya, ya aku mencintaimu entah sejak kapan perasaan ini mulai muncul dan bagaimana dengan kamu Lev? ”

“Tentu saja aku mencintaimu. Hanya saja aku masih takut dengan perasaan ini karena aku takut jika perasaan ini suatu hari nanti bisa melukaimu tapi bisakah kau menungguku sebentar lagi setelah aku pulang ke Indonesia dan akan aku jelaskan sebabnya. Setelah itu aku akan bisa mencintaimu dengan seluruh hatiku.” Aku meyakinkan

“Jika itu yang terbaik agar kau bisa bersama denganku, aku akan menunggumu kembali di taman kota Stockholm, senang bisa mengenalmu Lev, aku akan merindukanmu jika kau tak ada disini.”

“Dua minggu itu tidak lama kok, kita masih bisa bertukar pesan dan email, aku akan selalu mengabarimu, selamat tinggal Anatasya”

“Iya, selamat tinggal. Aku harap perpisahan yang sebentar ini menguatkan cinta kita. Hati-hati sampai di Indonesia ya!” Anatasya berbicara dengan khawatir.

“iya baik.” Kami pun berpelukan.

Ingin rasanya kupeluk dan tidak kulepas berlama-lama, memeluk tubuhmu dan menatap matamu adalah hal terindah dari jatuh cinta dan menyadari bahwa perpisahan ini tidak akan lama dan dalam hati aku mengatakan “

Aku ingin menemukan kebahagianku yang aku inginkan sebelum aku mati tapi bagaimana caraku keluar dari labirin ini. Apakah labirin berarti kematian atau kehidupan. Labirin dalam kehidupanku ini seperti aku telah berusaha bergerak maju dalam kegelapan tapi aku masih tidak bisa menemukan jalan keluar yang ingin aku capai dan saat aku membuka mata yang ada kemanapun aku melangkah disini gelap terlalu gelap malah. Padahal aku telah berjalan ribuan kilometer jauhnya tapi mengapa aku tidak bisa kembali menemukan cahayaku yang dulu pernah bersinar terang bagi kehidupanku. Bagaimana aku bisa keluar dari labirin kegelapan ini? Bagaimana aku bisa keluar dari suramnya peti kematian. 

Aku hanya melihat apa yang ingin kulihat untuk sekarang karena jika aku terlalu banyak melihat aku bisa kehilangan haluan. Sekalipun jika aku peduli, tidak ada gunanya.

Apa sifat alami manusia? Bagaimana cara terbaik menjadi manusia? Bagaimana kita bisa menjadi diri kita saat ini? apa yang akan terjadi pada kita ketika kita tak ada lagi di dunia? Apakah kita kita akan dilupakan atau di kenang oleh orang-orang yang kita sayangi.

Apa yang diinginkan oleh hatiku? Cinta yang terbaik yang pernah aku rasakan, jika kita telah kehilangan akankah semua orang juga merasa kacau seperti ini? seiring berjalannya waktu. Akankah suatu hari aku bisa melupakannya? Setelah melupakannya akankah aku merasa bahagia pada akhirnya? Benarkah aku ingin melupakannya atau tidak ada sama sekali niat untuk melupakannya? 

Saat kau berusaha sebaik-baiknya namun kau tak berhasil, Saat kau dapatkan yang kau inginkan namun akhirnya takdir tak pernah menyatukan, Saat kau merasa begitu lelah namun tak bisa terlelap, Selalu terbayang masa lalu, selalu terbayang saat kau merasakan dia masih ada disampingmu tidur dengan cantiknya. 

Dan air mata mengalir di wajahmu. Saat kau kehilangan sesuatu yang tak tergantikan. Saat kau mencintai seseorang namun dia telah mati. Adakah yang lebih menyedihkan dari ini? Saat kau terlalu cinta dan tak bisa melepaskannya, namun jika tak pernah mencoba kau takkan pernah tahu. 

Aku hanya ingin mengingat apa yang aku ingat karena aku ingin melindungi diriku sendiri dari sakitnya patah hati yang pernah aku rasakan. Bisakah aku memulai jatuh cinta lagi setelah aku di patahkan yang rasanya lebih sakit dan perih dari luka tusukan di dalam tubuhku tapi aku akan mencoba setidaknya sekali bersama Anatasya mungkin aku akan kembali menemukan haluanku dan menemukan kebahagiaanku kembali. Iya setidaknya aku akan mulai mencoba untuk berjalan kembali pada cahaya setelah kegelapan yang ada pada hari-hariku.

Komentar

Postingan Populer