Manchester - Welcome My Future
You and me, we used to be together
Everyday together, always
I really feel that I'm losin' my best love
I can't believe this could be the end
It looks as though you're letting go
And if it's real, well, I don't want to know
Don't speak, I know just what you're sayin'
So please stop explainin'
Don't tell me 'cause it hurts
Don't speak, I know what you're thinkin'
I don't need your reasons
Don't tell me 'cause it hurts
Our memories, well, they can be inviting
But some are altogether mighty, frightening
As we die, both you and I
With my head in my hands, I sit and cry
Aku terjaga tiba-tiba dari mimpi. Seseorang sedang berbicara kepadaku.
“Um, maaf. Aku pikir aku salah kursi tempat duduk dan seharusnya aku duduk disini?”
Seorang Wanita, berusia sekitar dua puluh tahun keatas, sedang menunggu dan ingin segera duduk dari kursi nyamanku yang muat dua orang. Ia mengenakan baju biru dan kerudung hitam, semuanya terlihat indah saat dia mengenakannya dan tentu saja aku melihat wajahnya yang cantik dan juga manis. Sedangkan aku masih mengenakan celana jeans dan jaket tebal yang tadi pagi aku kenakan.
“Kuharap aku tidak membangunkanmu,” Katanya mengisaratkan permintaan maaf.
“Tidak, tentu saja tidak. Uh, maaf ya silahkan duduk aku mulai bergeser sedikit agar dia bisa duduk.” Aku mengguncang diriku dari ngantuk. “Aku baru saja tertidur karena betapa lelahnya hari ini.”
“Jadi kau akan pergi ke kota London?” wanita ini mulai berbicara kepadaku.
“Tidak, aku hanya singgah sebentar disana kemudian aku akan melanjutkan perjalanan dengan kereta untuk ke kota Manchester, dan kamu?” Aku mencoba tersenyum berusaha bersikap ramah.
“Kalau begitu kita searah, aku akan menuju kota Manchester juga. Hai maaf aku lupa mengenalkan namaku, namaku Anindya Putri dan kau?”
“Oh iya aku Lev Ryley, panggil aja Lev. Dan apa yang kau lakukan disana? Kuliah atau liburan.”
“ Aku melanjutkan kuliahku yang tertunda beberapa minggu yang lalu, kau kuliah juga, apakah ini semester pertamamu?”
“Iya aku kuliah dan ini semester pertamaku. Jadi kau telah lama di Kota Manchester? Apakah kau menyukai tempat itu?”
“ Iya aku telah lama dan ini semester akhir dari kuliahku, aku berharap bisa lulus tahun ini. dan mengenai kota Manchester tentu saja aku menyukainya karena aku telah lama ingin berada disana, kota itu merupakan sebuah kota yang menakjubkan,” Anin menceritakan dengan riang. “Banyak tempat yang indah untuk kau lakukan disana, aku rasa kau akan menyukai kota Manchester dan pasti betah berada disana.”
“Wow kedengarannya itu menyenangkan ya.” Aku berucap dengan semangat.
“Iya, memang menyenangkan. Kota Manchester adalah tempat yang bagus untuk kuliah dan liburan, meskipun pada awalnya aku merindukan rumah ketika aku merasa sendirian dan kau pun pasti merasa begitu?.” Anindya nampak semangat menceritakan tentang kota Manchester kepadaku.
“Tentu saja kita pasti merindukan rumah, tapi karena aku ingin melanjutkan mimpiku, ya apa boleh buat.” Sahutku
“Haha iya juga sih, semoga betah aja ya kau disana?”Anindya mengatakan sambil tertawa.
“Iya pasti.” Tidak terasa kami berbicara begitu lama dan pesawatku beberapa menit lagi hampir mendarat di London Bandara Heathrow (LHR).
Setelah mendarat aku dan Anindya pun berpisah, karena Anindya telah di jemput oleh sopir taksinya. Aku pun memanggil taksi untuk mengantarku ke stasiun terdekat untuk ke kota Manchester. Dan aku lupa satu hal mengapa aku tidak meminta kontak Anindya tadi, siapa tahu aku perlu sesuatu dan aku ingin menemuinya lagi suatu hari nanti.
Setelah beberapa jam aku tiba di stasiun, dan setelah mengurus ini dan itu kareta pun segera berangkat ke kota Manchester, saat aku di dalam kereta tidak ada yang menarik memang tapi aku bisa melihat banyak tempat yang indah disini, aku rasa aku akan menikmatinya dan melakukan perjalanan singkat sebelum waktu kuliahku tiba.
Kareta apinya berbelok-belok di jalurnya dan aku terhuyung dalam perjalanan ke gerbong selanjutnya, tempat minuman dan makanan ringan disajikan, kepalaku berputar-putar. Aku membayar minumanku, tapi aku tidak kembali ke kursiku. Ku temukan sudut kosong di suatu koridor dan menatap keluar jendela, membiarkan kopiku menjadi dingin saat kami melesat semakin jauh dan semakin jauh dari London, untuk menuju ke kota Manchester.
Beberapa jam kemudian...
Kemudian tibalah aku berada di kota Manchester, kota yang aku impikan sejak aku sekolah. Hai kota Manchester aku senang berada disini karena inilah kota impianku sejak dulu yang ingin aku tinggali setelah aku pergi dari Indonesia, selamat datang! Aku berharap hal yang baik akan datang padaku dan aku akan menikmati kehidupan disini, aku yakin itu.
Manchester aku datang,,
Tubuhku terasa seperti dicambuk dengan pecut berduri dan darah tak berhenti mengalir sampai aku lemas dan tak berdaya saat aku menginjakkan kaki pertama kalinya di Manchester.
Sebuah tanah yang asing, suasana yang asing, dan aku membawa kenangan lama dengan orang yang sama. Bisakah aku melupakan rasa sakit itu. Rasa sakitnya sebuah kehilangan. Kakiku terasa tidak dapat di gerakan. Karena hanya aku sendiri yang berada disini padahal ini adalah impian kita bersama tapi akhirnya hanya aku yang bisa mewujudkan impian ini. Rasa sakitnya sebuah kehilangan. Seketika udara di Manchester terasa pekat. Bumi ini terasa pengap..!.
Komentar
Posting Komentar