Stóckhòlm - Trips Anatasya to Indonesia


 I need you and I miss you. 
  If I could fall into the sky, 
  Do you think time would pass me by
  'Cause you know I'd walk thousand miles
  If I could Just see you again...tonight. 


Saat ini merupakan awal dari minggu-minggu yang membosankan. Matahari yang semakin terik menyinari bumi membuat suhu disini menjadi semakin panas dan tak ada tanda-tanda akan hujan.  aku melangkahkan kakiku keluar dan mencoba membuat diriku lebih santai di kamar mandi untuk menghilangkan rasa panas, menyirami diri dengan air yang dingin untuk mendinginkan badan dan rasa cemasku dan mengatakan bagaimana melalui hidup dengan tenang dan damai meskipun begitu aku coba untuk setenang mungkin untuk menghadpinya.

Bunyi smartphoneku berbunyi tanda ada seseorang menelponku dan ternyata dari Anatasya. 

" Hi Lev, apa kabar? Bolehkah aku mendatangimu ke Indonesia ? 

Aku baik dan bagaimana denganmu? Mengapa kau ingin datang kesini? Sahutku.

 Aku juga baik, hanya ingin liburan dan kau pernah mengatakan tempat tinggalmu indahkan? Dan ada sesuatu hal yg penting dari pemberitahuan kantor, hal itu tdk dpt dibicarakan disini. Bolehkah Lev?

 " benarkah, ya udah jika kau ingin datang, maka datanglah, aku akan menunggumu dan 

" Karena kamu tamu disini, Ana. Aku akan membawamu kemana saja kamu mau liburan disini." 

"asyik, aku akan mengambil cuti 2 minggu dan aku bisa pergi ke Indonesia besok pagi ya Lev. Janji ya kamu harus membawaku liburan kemanapun aku mau. " Ana begitu bahagia. " iya janji, aku tunggu disini Ana. Iya aku sudh tidak sabar. 

Aku menemani Anatasya selama dua minggu selama dia di Indonesia, anatasya paling suka menghabiskan waktu di tempat yang mempunyai pemandangan indah seperti lautan, danau dan gunung sekalipun. Dengan mata birunya yg indah dan berbinar saat melihat pemandangan ditepi pantai, aku rasa dia sangat menikmati tempat ini. Dan Ana juga pergi ke tempat makam Vania, karena dia yang bersikeras untuk mengajakku ke makam Vania berada. 

2 minggu telah berlalu, maaf hanya bisa menceritakan tentang itu karena Ana tidak ingin liburan dengannya diceritakan lebih spesifik jadi aku hanya bisa menjelaskan tentang itu. Dan waktunya Anatasya akan pulang.

 " Aku akan menunggumu Lev, di taman kota Stóckhòlm dan aku harap hubungan kita dapat menjadi bahagia dan lama?" Anatasya dengan mengatakan sambil berpamitan 

" iya baiklah, aku pasti akan datang setelah ini. Aku selalu mendoakan semua, terutama tentang hubungan kita " ucapku 

Hatiku bergejolak ada sesuatu yang masih kosong di dalam diriku dan aku merasa kematianku kian dekat. Aku tidak tahu lagi bagaimana membahagiakan seseorang saat diriku sendiri saja masih tidak bisa merasakannya, perasaan kosong, perasaan hampa yang masih belum bisa aku hilangkan dan perasaanku saat ini hanya bisa berjalan di atas bumi sambil menunggu Tuhan untuk mengambilku juga. 

Tapi disisi lain aku ingin bahagia bersama Anatasya, membahagiakannya hingga maut yang memisahkan. Saat kau percaya akan ada hari esok yang akan menungguku tapi nyatanya tidak kematian selalu mengawasiku dari belakang dan bersiap-siap untuk mengambilku juga bahkan lebih dekat daripada menunggu waktu shalat Magrib ke Isya. 


Komentar

Postingan Populer